Kapolri: Polri-PBNU Komitmen Jaga Keberagaman dan Waspadai Radikalisme
Rabu, 12 Februari 2025 - 14:41 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menerima kunjungan Ketua PBNU Alissa Wahid di Rupatama Mabes Polri Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2025). Foto/Riana Rizkia
A
A
A
JAKARTA - Polri dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjalin kerjasama dan berkomitmen untuk menjaga keberagaman, termasuk mewaspadai radikalisme.
Hal itu dibahas dalam audiensi Ketua PBNU Alissa Wahid beserta jajarannya dengan Polri di Rupatama Mabes Polri Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2025).
Baca juga: PBNU Terus Dukung Polri: Kalau Ditinggal, Negara Hancur
"Tentunya kami juga sangat senang bahwa kita terus berkomitmen untuk menjaga keberagaman, menjaga toleransi dan memang Indonesia ini adalah negara dengan masyarakat, penduduk, ras yang beraneka ragam dan itu adalah kekuatan yang harus kita jaga sebagai kekuatan yang dimiliki oleh Indonesia," kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo seusai pertemuan dengan Alissa Wahid.
"Oleh karena itu, kita juga akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk melaksanakan kerjasama lanjutan terkait dengan masalah hal-hal tersebut," sambung Kapolri.
Pada kesempatan yang sama, Alissa Wahid menjelaskan bahwa dalam audiensi tersebut, PBNU dan Polri membahas dua masalah utama, yakni kekerasan terhadap santri di pondok pesantren (ponpes), dan soal radikalisme.
Hal itu dibahas dalam audiensi Ketua PBNU Alissa Wahid beserta jajarannya dengan Polri di Rupatama Mabes Polri Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2025).
Baca juga: PBNU Terus Dukung Polri: Kalau Ditinggal, Negara Hancur
"Tentunya kami juga sangat senang bahwa kita terus berkomitmen untuk menjaga keberagaman, menjaga toleransi dan memang Indonesia ini adalah negara dengan masyarakat, penduduk, ras yang beraneka ragam dan itu adalah kekuatan yang harus kita jaga sebagai kekuatan yang dimiliki oleh Indonesia," kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo seusai pertemuan dengan Alissa Wahid.
"Oleh karena itu, kita juga akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk melaksanakan kerjasama lanjutan terkait dengan masalah hal-hal tersebut," sambung Kapolri.
Pada kesempatan yang sama, Alissa Wahid menjelaskan bahwa dalam audiensi tersebut, PBNU dan Polri membahas dua masalah utama, yakni kekerasan terhadap santri di pondok pesantren (ponpes), dan soal radikalisme.
Lihat Juga :