Wabah Corona, Jumlah Orang Miskin Makin Banyak, Harta Si Kaya Makin Bertambah
Selasa, 30 Juni 2020 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
April lalu Forbes mencatat total kekayaan Jeff Bezos mencapai USD 113 miliar. Dan per 30 Juni 2020 ini total hartanya sudah berbiak menjadi USD 160,4 miliar atau setara dengan Rp 2.245,6 triliun. Bandingkan dengan jumlah belanja negara dalam APBN Perubahan 2020, sebesar Rp 2.613,8 triliun.
Hal yang dama juga terjadi pada Mukesh Ambani. Saat pendemi merebak di negara kelahirannya India, jumlah hartanya makin banyak. April 2020 tercatat kekayaannya sebesar USD 38,6 miliar dalam dua bulan kini jumlah kekayannya membengkak menjadi USD63,6 miliar.
Orang Miskin Menjadi 33 Juta Orang
Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Pandemi Corona juga telah membuat ekonomi Indonesia ikut terpuruk. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan mencatat potensi peningkatan jumlah angka kemiskinan akibat Corona akan sangat besar.
Seperti diketahui Pemerintah Indonesia memasang pertumbuhan ekonomi pada skenario optimis antara minus 0,4% sampai 2,3%. Dengan begitu, potensi bertambahnya penduduk miskin akan berkisar antara 1,16 juta orang, hingga 3,78 juta orang. Begitu juga pada angka pengangguran, pada skenario berat akan bertambah sekitar 2,92 juta orang, dan sangat berat sekitar 5,23 juta orang.
Dari data sebelumnya diketahui, per September 2019 tingkat kemiskinan berada di angka 9,22%. Sementara jumlah penduduk miskin berkisar 24,79 juta. Baca Juga: Orang Miskin Bertambah, Muhammadiyah: Lebih Utama Sedekah Uang dari Sembelih Hewan.
Sementara menurut simulasi Bank Dunia bila ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,1%, maka tingkat kemiskinan ada di 11,42 persen dan jumlah penduduk miskin tembus 30,69 juta jiwa. Jika pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh 1,2%, maka tingkat kemiskinan berada di 12,21% dan jumlah penduduk miskin 32,82 juta orang.
Hal yang dama juga terjadi pada Mukesh Ambani. Saat pendemi merebak di negara kelahirannya India, jumlah hartanya makin banyak. April 2020 tercatat kekayaannya sebesar USD 38,6 miliar dalam dua bulan kini jumlah kekayannya membengkak menjadi USD63,6 miliar.
Orang Miskin Menjadi 33 Juta Orang
Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Pandemi Corona juga telah membuat ekonomi Indonesia ikut terpuruk. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan mencatat potensi peningkatan jumlah angka kemiskinan akibat Corona akan sangat besar.
Seperti diketahui Pemerintah Indonesia memasang pertumbuhan ekonomi pada skenario optimis antara minus 0,4% sampai 2,3%. Dengan begitu, potensi bertambahnya penduduk miskin akan berkisar antara 1,16 juta orang, hingga 3,78 juta orang. Begitu juga pada angka pengangguran, pada skenario berat akan bertambah sekitar 2,92 juta orang, dan sangat berat sekitar 5,23 juta orang.
Dari data sebelumnya diketahui, per September 2019 tingkat kemiskinan berada di angka 9,22%. Sementara jumlah penduduk miskin berkisar 24,79 juta. Baca Juga: Orang Miskin Bertambah, Muhammadiyah: Lebih Utama Sedekah Uang dari Sembelih Hewan.
Sementara menurut simulasi Bank Dunia bila ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,1%, maka tingkat kemiskinan ada di 11,42 persen dan jumlah penduduk miskin tembus 30,69 juta jiwa. Jika pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh 1,2%, maka tingkat kemiskinan berada di 12,21% dan jumlah penduduk miskin 32,82 juta orang.
Lihat Juga :