alexametrics

Wabah Corona, Jumlah Orang Miskin Makin Banyak, Harta Si Kaya Makin Bertambah

loading...
Wabah Corona, Jumlah Orang Miskin Makin Banyak, Harta Si Kaya Makin Bertambah
Akibat Wabah Corona, Jumlah Orang Miskin Bertambah
A+ A-
JAKARTA - Dampak pandemi virus corona (Covid 19) terhadap kondisi ekonomi global jauh lebih merusak dibandingkan dugaan sebelumnya. Hal itu terungkap dari kajian yang dilakukan oleh The United Nations University World Institute for Development Economics Research (UNU-WIDER), universitas yang menjadi bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang baru dipublikasikan Juni ini.

Menurut UNU-WIDER pagebluk Corona akan membuat orang miskin di dunia bertambah menjadi 1,1 miliar hinga 3,7 miliar orang. Itu artinya hampir setengah populasi umat manusia berpotensi menjadi miskin.

Ada dua kriteria kemiskinan yang diajukan oleh UNU-WIDER. Tingkat kemiskinan ekstrem, seseorang hanya sanggup memperoleh pendapatan sama atu kurang dari USD 1,9, setara dengan Rp 28.000, per hari. Bila kriteria ini jadi acuan, warga miskian dunia akan mecnapai 1,1 miliar orang. Sebagai gambaran sebelum wabah Corona datang, PBB mencatat warga miskin ekstrem di dunia sekitar 730 juta orang.



Sementara jika kriteria miskin diperlonggar menjadi kemiskinan yang lebih tinggi, dengan penghasilan USD 5,50 ( sekitar Rp 82.000) sehari. Maka penduduk dunia yang miskin akan menjadi 3.7 miliar.

Di tengah ancaman meningkatnya jumlah penduduk miskin dunia, hal sebaliknya terjadi pada kelompok orang-orang kaya di dunia alias billionaires. Dari pantauan SINDONews di Forbes Real Time Billionaires, dari kelompok 10 orang terkaya di dunia, dalam kurun 24 jam terakhir (diperbaharui setiap pukul 17.00 waktu USA) kekayaannya bertambah sebanyak USD 5.115 juta. Pertambahan kekayaan terbesar dinikmati oleh Mark Zuckerberg, dalam sehari semalam hartanya bertambah sebesar USD 1,7 miliar.

Dari 10 orang terkaya ini, hanya Jeff Bezos pemilik Amazon dan Mukesh Ambani, konglomerat asal India yang kekayaanya turun dalam 24 jam terakhir. Jeff Bezos turun USD 693 juta dan Mukesh Ambani merosot USD560 juta. Namun kehilangan harta sebanyak itu tidak berarti apa-apa buat Jeff Bezos.

Pasalnya, menurut Forbes pundi-pundi kekayaan Bos Amazon ini malah meningkat saat wabah Corona. Jeff Bezos kini menduduki peringkat pertama dalam daftar orang-orang terkaya di dunia versi Forbes. Baca Juga: Bos Amazon Jeff Bezos Bakal Jadi Triliuner Pertama di Dunia.

April lalu Forbes mencatat total kekayaan Jeff Bezos mencapai USD 113 miliar. Dan per 30 Juni 2020 ini total hartanya sudah berbiak menjadi USD 160,4 miliar atau setara dengan Rp 2.245,6 triliun. Bandingkan dengan jumlah belanja negara dalam APBN Perubahan 2020, sebesar Rp 2.613,8 triliun.

Hal yang dama juga terjadi pada Mukesh Ambani. Saat pendemi merebak di negara kelahirannya India, jumlah hartanya makin banyak. April 2020 tercatat kekayaannya sebesar USD 38,6 miliar dalam dua bulan kini jumlah kekayannya membengkak menjadi USD63,6 miliar.

Orang Miskin Menjadi 33 Juta Orang

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Pandemi Corona juga telah membuat ekonomi Indonesia ikut terpuruk. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan mencatat potensi peningkatan jumlah angka kemiskinan akibat Corona akan sangat besar.

Seperti diketahui Pemerintah Indonesia memasang pertumbuhan ekonomi pada skenario optimis antara minus 0,4% sampai 2,3%. Dengan begitu, potensi bertambahnya penduduk miskin akan berkisar antara 1,16 juta orang, hingga 3,78 juta orang. Begitu juga pada angka pengangguran, pada skenario berat akan bertambah sekitar 2,92 juta orang, dan sangat berat sekitar 5,23 juta orang.

Dari data sebelumnya diketahui, per September 2019 tingkat kemiskinan berada di angka 9,22%. Sementara jumlah penduduk miskin berkisar 24,79 juta. Baca Juga: Orang Miskin Bertambah, Muhammadiyah: Lebih Utama Sedekah Uang dari Sembelih Hewan.

Sementara menurut simulasi Bank Dunia bila ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,1%, maka tingkat kemiskinan ada di 11,42 persen dan jumlah penduduk miskin tembus 30,69 juta jiwa. Jika pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh 1,2%, maka tingkat kemiskinan berada di 12,21% dan jumlah penduduk miskin 32,82 juta orang.

Skenario terburuk, bila ekonomi jatuh ke kisaran 1% maka tingkat kemiskinan mencapai 12,37% dan jumlah penduduk miskin bengkak hingga 33,24 juta orang.

Jika wabah Corona membuat jumlah penduduk miskin di Indonesia bertambah, maka untuk 10 orang terkaya di negeri ini, wabah ini boleh jadi membawa berkah. Dalam Forbes Real Time Billionaires dalam dua bulan terakhir, total kekayaan 10 orang terkaya di Indonesia bertambah USD14,3 miliar.

Rinciannya, Forbes mencatat pada April 2020 total harta kekayaan 10 orang paling tajir ini mencapai USD 46,3 miliar. Dua bulan kemudian per akhir Juni jumlah kekayaan 10 orang terkaya di tanah air ini bertambah hingga menjadi USD 60,6 miliar.

Pertambahan terbesar dialami oleh tiga konglomerat Indonesia yang menduduki peringkat pertama hingga ketiga. R. Budi Hartono, pengusaha terkaya Indonesia ini berhasil menambah pundi-pundi kekayaannya dari USD 13,6 miliar (April 2020) menjadi USD 17,4miliar (Juni 2020), meningkat USD3,8 miliar.

Sementara sang kakak, Michael Hartono, dalam dua bulan hartanya bertambah USD3,7 miliar. Sementara diperingkat ketiga orang terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu, di waktuyangsama bertambah tajir USD3,2 miliar.

Dua konglomerat lainnya yakni, Mochtar Riady serta Peter Sondakh dalam dua bulan terakhir kekayaanya tidak bertambah. Masing-masing memiliki kekayaan USD 1,7miliar dan USD 1,6 miliar. Menariknya dari 10 orang terkaya di Indonesia ini, saat pandemi kekayaannya tidak ada yang turun.
(eko)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak