Kemarahan Jokowi ke Menteri Dikhawatirkan Sesaat Setelah Itu Kembali Sunyi

Selasa, 30 Juni 2020 - 07:49 WIB
loading...
Kemarahan Jokowi ke...
Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menganggap, bukan sesuatu yang baru Presiden Jokowi marah-marah dalam rapat anggota kabinet. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menganggap, bukan sesuatu yang baru Presiden Jokowi marah-marah dalam rapat anggota kabinet, dan bukan juga sesuatu yang baru Presiden mengancam akan melakukan reshuffle.

Menurut Ray, sejak priode pertama kepemimpinan Jokowi, dua hal ini juga pernah terjadi yakni, berkata keras dan menyiratkan akan melakukan reshuffle. "Tapi, biasanya hanya berlaku sesaat dan setelah itu akan kembali sunyi. Kalaupun reshuffle dilakukan, tak selalu seperti yang dimarahkan," kata Ray saat dihubungi SINDOnews, Selasa (30/6/2020).

Mungkin karena itulah, kata Ray, dalam 10 hari setelah Jokowi menyatakan pandangan kerasnya, langkah menteri seperti berlaku biasa saja. Mungkin karena itu pulalah, rekaman pidato tersebut akhirnya diunggah ke media sosial resmi Istana justru setelah 10 hari berlalu. "Kalau ada yang baru, unggahan inilah yang baru. Yang menandakan bahwa kemungkinan belum ada perubahan signifikan dalam kinerja kabinet," tutur dia. (Baca juga: Bela Menkes Terawan, Komisi IX DPR Sebut Jokowi Dapat Masukan yang Salah)

Ray menganggap, lambannya kinerja kabinet ini tidak bisa melulu dilihat sebagai kegagalan para menteri. Dia melihat ada sebab dari Presiden sendiri yang selalu menekankan agar anak buahnya tidak membuat gaduh dan tidak memperlihatkan sikap panic dalam menghadapi Covid-19.

”Kemarahan Presiden dikesankan sebagai sesuatu yang biasa dan akan dapat kita lalui dengan cara biasa yang dimodifikasi. Sejak awal Presiden menyatakan Covid-19 telah masuk ke Indonesia, kesan menghadapinya dengan cara biasalah itu yang umumnya tertanam dibenak banyak orang,” katanya. (Baca juga: Kemarahan Jokowi kepada Anak Buahnya Dinilai Simetris dengan Kekecewaan Rakyat)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved