Ditanya Soal Reshuffle, Moeldoko: Presiden Katakan Akan Ambil Risiko
Senin, 29 Juni 2020 - 16:37 WIB
loading...
Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Jokowi siap mengambil risiko apapun dalam upaya menghadapi krisis dampak pandemi COVID-19. Foto/SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) siap mengambil risiko apapun dalam upaya menghadapi krisis dampak pandemi virus Corona (COVID-19). Hal ini disampaikan Moeldoko saat dimintai tanggapan terkait pernyataan Presiden Jokowi bakal melakukan reshuffle jika diperlukan.
“Memang presiden katakan akan ambil risiko, ‘reputasi politik akan saya pertaruhkan',” ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6/2020). (Baca juga: Jokowi Sorot Kinerja Sektor Kesehatan, Moeldoko Ungkap Kendalanya)
Dia menilai makna pernyataan Presiden Jokowi adalah untuk memberikan contoh kepada bawahannya. Hal ini sebagaimana yang juga berlaku di dunia militer dalam menghadapi krisis. Dimana ada tiga langkah yang diambil panglima dan komandan.
“Pertama kehadiran komandan, kita lihat presiden datang ke Surabaya yang masih merah-merah,” tuturnya.
Kemudian yang kedua memastikan pasokan kebutuhan aman. Dimana pemerintah saat ini telah menyalurkan bansos sebagai salh satu solusi menghadapi krisis.
“Memang presiden katakan akan ambil risiko, ‘reputasi politik akan saya pertaruhkan',” ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6/2020). (Baca juga: Jokowi Sorot Kinerja Sektor Kesehatan, Moeldoko Ungkap Kendalanya)
Dia menilai makna pernyataan Presiden Jokowi adalah untuk memberikan contoh kepada bawahannya. Hal ini sebagaimana yang juga berlaku di dunia militer dalam menghadapi krisis. Dimana ada tiga langkah yang diambil panglima dan komandan.
“Pertama kehadiran komandan, kita lihat presiden datang ke Surabaya yang masih merah-merah,” tuturnya.
Kemudian yang kedua memastikan pasokan kebutuhan aman. Dimana pemerintah saat ini telah menyalurkan bansos sebagai salh satu solusi menghadapi krisis.