Megawati Munculkan Sosok Ratu Kalinyamat, Pengamat: Kode PDIP Usung Puan Capres 2024

Jum'at, 12 Agustus 2022 - 17:56 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya, Megawati menyebut Indonesia Indonesia pernah memiliki banyak tokoh perempuan pemberani, salah satunya adalah Ratu Kalinyamat. Menurutnya, Ratu Kalinyamat berjuang dengan gigih menghadapi kolonial Portugis, sehingga layak mendapat gelar pahlawan nasional.

"Saya setuju banget nama beliau dijadikan pahlawan. Ini kembali bukan karena saya subjektif sama perempuan. Enggak loh saya kan pernah tahu sebagai presiden untuk menjadikan seorang pahlawan, itu tidak gampang," ucap Megawati.

Ia menegaskan, Portugis pun mencatatnya sebagai Rainha de Japara, Senhora Poderosa e Rica, De Kranige Dame, yang berarti "Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani". "Coba bayangkan, duh orang penjajah mengakui kok kitanya sendiri ya ndak. Jadi saya setuju banget (jadi Pahlawan Nasional)" jelas Megawati.

Putri Presiden Soekarno itu mengutip kisah Ratu Kalinyamat, terbukti bersemangat membangun kapal perang dan mengirimkannya untuk menyerang Portugis pada 1551, membantu Sultan Johor di Malaka; Sultan Ternate, Sultan Hitu, dan puncaknya pada 1574 ketika membantu Sultan Aceh di dalam menghadapi Portugis.

Megawati kemudian menyinggung juga sosok laksamana perempuan pemberani dari Bumi Serambi Mekah, Aceh. Laksamana Malahayati, mampu mengalahkan Cornelis de Houtman melalui duel satu lawan satu. Lalu, ketegasan yang tidak tertandingi Ratu Shima di Kerajaan Kalingga di Pantai Utara Jawa.

"Ratu Kalinyamat, Laksamana Malahayati, dan Ratu Shima hanyalah sedikit contoh, betapa Nusantara begitu kaya dengan tokoh-tokoh Maritim, dan banyak di antaranya adalah tokoh perempuan," katanya.

Megawati berharap kaum perempuan modern Indonesia untuk berani memperjuangkan hak-haknya dan bisa tampil sebagai pemimpin.

"Tolong mereka kaum perempuan yang hidup di NKRI harus sadar, sadar, sadar sepenuh-penuhnya bahwa hak kita adalah sama dengan kaum laki laki," ucapnya. "Saya punya orang tua yang sangat progresif. Tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan," kata Megawati.
(abd)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1109 seconds (10.55#12.26)