Kadiv Humas Polri Bela Anak Buah yang Dituding Ikut Bohong di Kasus Brigadir J

Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:34 WIB
loading...
Kadiv Humas Polri Bela...
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan Karo Penmas Brigjen Ahmad Ramadhan hanya menyampaikan informasi dari penyidik yang belakangan baru diketahui telah direkayasa. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan ikut disorot publik dalam kasus kematian Brigadir J . Dia dituding ikut berbohong pada awal ekspos kasus yang belakangan diketahui penuh rekayasa.

Terlebih Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan bahwa komentar prematur soal peristiwa tersebut adalah bentuk ketidakprofesionalan dan pelanggaran etik.

"Itu pelanggaran etik tadi, tidak profesional, pelanggaran etik dan diperiksa oleh Irsus. Itu tidak boleh memberikan keterangan yang belum jelas," kata Mahfud dalam jumpa pers, Selasa (9/8/2022) malam.

Baca juga: Tersangka, Irjen Ferdy Sambo Resmi Ditahan di Mako Brimob

Seperti diketahui, saat menyampaikan keterangan pers, Brigjen Ramadhan dan bersama mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto kompak menyampaikan bahwa Brigadir J tewas karena baku tembak dengan Bharada E. Ramadhan menjelaskan dengan detail bagaimana proses baku tembak itu.

Belakangan terungkap, keduanya tidak ada saling tembak, melainkan Brigadir J ditembak Bharada E atas perintah atasannya. Ramadhan juga menyatakan baku tembak terjadi lantaran adanya pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Mengenai hal ini, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan Ramadhan hanya menyampaikan informasi yang bersumber dari penyidik yang mengaku datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dengan kata lain, Ramadhan tidak bisa disebut ikut berbohong.

"Tidak, kalau Karo (Brigjen Ahmad) kan sampaikan fakta dari sumber yang datang ke TKP yaitu Karo Provos dan Kapolres," kata Dedi kepada wartawan, Rabu (10/8/2022).



Dengan begitu, Dedi menegaskan bahwa sumber utama terkait insiden baku tembak bukan dari Karo Penmas Brigjen Ahmad Ramadhan.

Sebaliknya, dia hanya menyampaikan informasi dari sumber yang menyatakan informasi tersebut hasil olah TKP Polres Jakarta Selatan dan keterangan para saksi yang telah diperiksa penyidik.

"Jadi kalau diproses sumbernya bukan Karo. Jadi dia mendapatkan informasi dari olah TKP penyidik Polres Jakarta Selatan dan pemeriksaan saksi," ujar Dedi.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD meminta agar yang memberikan keterangan salah di awal kasus kematian Brigadir J untuk diperiksa. Ini penting untuk mengetahui ada tidaknya pelanggaran etik maupun pidana.

"Itu pelanggaran etik tadi, tidak profesional, pelanggaran etik dan diperiksa oleh Irsus. Itu tidak boleh memberikan keterangan yang belum jelas. 'Terjadi tembak-menembak sehingga yang satu meninggal', itu alat buktinya tidak ditunjukkan," kata Mahfud kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ambil Magister Teologi
Polisi Masih Pastikan...
Polisi Masih Pastikan Keselamatan Pilot Pesawat yang Jatuh di Krayan Kaltara
Kapolri Lantik Irjen...
Kapolri Lantik Irjen Johnny Eddizon Isir Jadi Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho Kapolda Sumsel
Terbaru! 36 Kapolda...
Terbaru! 36 Kapolda Se-Indonesia usai Mutasi Januari 2026, Ada Mantan Kadiv Humas Polri
Profil Irjen Jhonny...
Profil Irjen Jhonny Edison Isir, Mantan Ajudan Presiden Jokowi yang Kini Jadi Kadiv Humas Polri
Minta Kapolda dan Kapolres...
Minta Kapolda dan Kapolres Perkuat Komunikasi Publik, Kadiv Humas Polri: Kebaikan Polisi Jangan Ditutup-tutupi
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat Brigadir Arya Supena yang Gugur Ditembak Maling di Lampung
Polisi di Lampung Gugur...
Polisi di Lampung Gugur Ditembak Pelaku Curanmor, Sahroni: Penghinaan Atas Institusi Negara, Wajib Hukum Maksimal!
Detik-detik Kopda Basar...
Detik-detik Kopda Basar Tembak 3 Polisi yang Gerebek Sabung Ayam, Umbar 8 Kali Tembakan
Rekomendasi
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Khasiat Surat Al Waqiah...
Khasiat Surat Al Waqiah yang Jarang Diketahui: Rezeki Lancar, Hidup Berkah hingga Wajah Bercahaya di Akhirat
Berita Terkini
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Ahmad Ali Beberkan Alasan...
Ahmad Ali Beberkan Alasan Jokowi Turun Langsung Keliling Daerah
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Infografis
Tidak Ada Negara yang...
Tidak Ada Negara yang Bela Israel di ICJ karena Tindakannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved