Organisasi Profesi dan Fenomena 'Less is More'

Selasa, 09 Agustus 2022 - 17:36 WIB
loading...
Organisasi Profesi dan...
Iqbal Mochtar (Foto: Ist)
A A A
Iqbal Mochtar
Pengurus PB IDI dan PP IAKMI, Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia Timur Tengah

ERA demokrasi menyimpan “keberkahan ngeri-ngeri sedap”. Orang kian bebas mengekspresikan opini dan kiprah. Imbasnya luas; termasuk terhadap dunia organisasi kedokteran. Hingga saat ini, organisasi profesi dokter yang diakui di Indonesia hanya satu; namanya Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Namun akhir-akhir ini muncul kumpulan-kumpulan yang mengklaim dirinya sebagai organisasi profesi atau setidaknya membawa misi profesi.

Setelah Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI), baru-baru ini muncul Perhimpunan Dokter Susah Praktik (PDSP). Mungkin setelahnya akan muncul varian-varian lain. Namanya bisa saja : Ikatan Dokter Gampang Praktek (IDGAP), Perhimpunan Dokter Belum Selesai STR (PDBSS), Ikatan Dokter Pencinta Indomie (IDPI) atau Perhimpunan Dokter Penggemar Kopi Klotok (PDPKK). Kalau benar varian-varian ini muncul, tidak ada yang bisa melarang; namanya juga demokrasi.

Bagi teritori sosial atau politik, kemunculan beragam organisasi bisa menjadi green signal moncernya demokrasi. Alasannya, banyaknya organisasi tegak lurus dengan banyaknya saluran aspirasi. Tersedianya beragam channel of communication bisa meredam konstipasi aspirasi. Ini menjadi alasan mengapa organisasi politik dan organisasi massa terus berkembang di negeri ini. Per-2019 saja, hampir 500.000 organisasi tercatat di negeri ini. Sebagian bersorak riang; katanya, ini tanda demokrasi berjalan.

Lain lubuk, lain belalang. Bila ranah sosial dan politik bertepuk dada dengan banyaknya organisasi, kemunculan banyak organisasi (multi-organisasi) dalam satu bidang profesi justru menjadi prospek suram profesionalisme. Alih-alih mengindikasikan moncernya demokrasi, multi-organisasi ini justru memantik ambivalensi profesionalisme yang ujung-ujungnya menggerus kualitas dan kuantitas pelayanan profesional. Terkait dokter, pembiaran multi-organisasi profesi dokter bukan hanya mencederai core value kesejawatan dokter tetapi juga memantik degradasi profesionalisme dokter.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Andrie Yunus Belum Bisa...
Andrie Yunus Belum Bisa Hadiri Persidangan karena Risiko Infeksi
Ketum IDI Prediksi 5-10...
Ketum IDI Prediksi 5-10 Tahun Mendatang Terjadi Pengangguran Intelektual Dokter
4 Dokter Muda Meninggal,...
4 Dokter Muda Meninggal, Legislator PKS Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Internship
4 Dokter Internship...
4 Dokter Internship Meninggal dalam 3 Bulan Terakhir, PDUI Dorong Evaluasi Menyeluruh
Bantah Gelapkan Dana...
Bantah Gelapkan Dana Rp13,2 Miliar, KDI Laporkan Balik Dugaan Pencemaran Nama Baik
Ardiansyah Bahar: PDUI...
Ardiansyah Bahar: PDUI Akan Terus Hadir sebagai Rumah Besar Perjuangan Dokter Umum
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Fokus Haji 2026, dr....
Fokus Haji 2026, dr. Gia Pratama Hentikan Aktivitas Media Sosial Sementara
Rekomendasi
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved