Jokowi Sorot Kinerja Sektor Kesehatan, Moeldoko Ungkap Kendalanya
Senin, 29 Juni 2020 - 16:08 WIB
loading...
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa ada beberapa kendala yang menyebabkan kinerja sektor kesehatan lemah. Foto/SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Kinerja sektor kesehatan dalam penanganan COVID-19 dinilai lemah. Hal ini terlihat dari realisasi anggaran yang baru mencapai 1,53% dari total alokasi Rp75 triliun.
“Persoalan kesehatan, dana yang besar baru terserap 1,53%. Memang kita dalami ada beberapa persoalan yang perlu dikomunikasikan secara lebih cepat lagi,” ujarKepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/6/2020). (Baca juga: Jokowi ke Menkes Terawan: Anggaran Rp75 Triliun Baru keluar 1,53% Coba)
Dia mengatakan bahwa ada beberapa kendala yang menyebabkan kinerja sektor kesehatan lemah. Salah satunya adalah perlu dibangun sinergitas yang baik antara BPJS, Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Desa.
“Yang kedua, persoalaan pendataan para tenaga medis. Karena ini tidak boleh salah sasaran,” ungkapnya.
Lalu selanjutnya adalah soal regulasi yang membuat implementasi memakan waktu lama. Dia mengatakan bahwa regulasi tersebut bisa digunakan dalam kondisi normal normal saja. Sementara saat ini kondisi sedang tidak normal.
“Persoalan kesehatan, dana yang besar baru terserap 1,53%. Memang kita dalami ada beberapa persoalan yang perlu dikomunikasikan secara lebih cepat lagi,” ujarKepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/6/2020). (Baca juga: Jokowi ke Menkes Terawan: Anggaran Rp75 Triliun Baru keluar 1,53% Coba)
Dia mengatakan bahwa ada beberapa kendala yang menyebabkan kinerja sektor kesehatan lemah. Salah satunya adalah perlu dibangun sinergitas yang baik antara BPJS, Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Desa.
“Yang kedua, persoalaan pendataan para tenaga medis. Karena ini tidak boleh salah sasaran,” ungkapnya.
Lalu selanjutnya adalah soal regulasi yang membuat implementasi memakan waktu lama. Dia mengatakan bahwa regulasi tersebut bisa digunakan dalam kondisi normal normal saja. Sementara saat ini kondisi sedang tidak normal.