Pengamat Sebut Puan Pegang Kunci untuk Diusung di Pilpres 2024
Rabu, 03 Agustus 2022 - 19:47 WIB
loading...
A
A
A
Umam menjelaskan, Puan Maharani memiliki kunci langsung untuk menggerakkan arah koalisi, di mana PDIP adalah satu satunya partai yang bisa mengusung pasangan capres-cawapres sendiri tanpa harus koalisi karena memenuhi syarat presidential threshold 20%.
Di samping itu, lanjut Umam, hampir dapat dipastikan tak ada dinamika di internal PDIP jika sang ketua umum Megawati Soekarnoputri menentukan Puan Maharani capres atau cawapres. "Ini karena karakter kepemimpinan di PDIP itu mirib dengan model pendekatan kepemimpinan yang dulu di-introduce oleh Bung Karno, yakni demokrasi terpimpin," katanya.
Baca juga: Duet Puan-Ganjar Punya Peluang Besar, Pengamat: Apa PDIP Berani?
Direktur Eksekutif Indostrategic ini menjelaskan, dari karakter politik PDIP ini, arahnya akan menguatkan basis trah Soekarno. Dalam hal ini tentunya bukan hanya terkait kepentingan individu ataupun kepentingan keluarga tapi bagian dari selling point (nilai jual) PDIP yang memang memiliki basis pemilih loyal wong cilik dan Soekarnois.
"Maka kita bisa memahami ada jargon-jargon seperti ojo pedot oyote atau jangan patah akarnya. Siapa akarnya itu? Dalam konteks ini ya basis Soekarnoisme. Siapa yang mewarisi bais Soekarnoisme itu, dalam hal ini ya trah Soekarno. Meskipun secara ideologi tentu tetap semua kader PDIP memiliki kekuatan, kapasitas, dan pemahaman sama dalam konteks ajaran Soekarno," katanya.
Di samping itu, lanjut Umam, hampir dapat dipastikan tak ada dinamika di internal PDIP jika sang ketua umum Megawati Soekarnoputri menentukan Puan Maharani capres atau cawapres. "Ini karena karakter kepemimpinan di PDIP itu mirib dengan model pendekatan kepemimpinan yang dulu di-introduce oleh Bung Karno, yakni demokrasi terpimpin," katanya.
Baca juga: Duet Puan-Ganjar Punya Peluang Besar, Pengamat: Apa PDIP Berani?
Direktur Eksekutif Indostrategic ini menjelaskan, dari karakter politik PDIP ini, arahnya akan menguatkan basis trah Soekarno. Dalam hal ini tentunya bukan hanya terkait kepentingan individu ataupun kepentingan keluarga tapi bagian dari selling point (nilai jual) PDIP yang memang memiliki basis pemilih loyal wong cilik dan Soekarnois.
"Maka kita bisa memahami ada jargon-jargon seperti ojo pedot oyote atau jangan patah akarnya. Siapa akarnya itu? Dalam konteks ini ya basis Soekarnoisme. Siapa yang mewarisi bais Soekarnoisme itu, dalam hal ini ya trah Soekarno. Meskipun secara ideologi tentu tetap semua kader PDIP memiliki kekuatan, kapasitas, dan pemahaman sama dalam konteks ajaran Soekarno," katanya.
Lihat Juga :