Papua Punya 3 DOB Baru, KPU Minta Pemerintah Segera Terbitkan Perubahan Regulasi Kepemiluan

Selasa, 02 Agustus 2022 - 19:53 WIB
loading...
Papua Punya 3 DOB Baru,...
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asyari menyebut keputusan adanya tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua akan memiliki konsekuensi terhadap kepemiluan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) , Hasyim Asy'ari menyebut keputusan adanya tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua akan memiliki konsekuensi terhadap kepemiluan. Untuk itu, dia berharap pemerintah bisa segera menerbitkan adanya perubahan payung hukum kepemiluan di Indonesia menyusul adanya keputusan tersebut.

"Tentu saja konsekuensinya ada perubahan daerah pemilihan baik itu DPR RI, kemudian untuk DPD, DPRD Provinsi dan juga pemilihan gubernur," ujar Hasyim usai menerima audiensi Majelis Rakyat Papua (MRP) di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (2/8/2022). Baca juga: Mahfud MD: Pemilu dan DOB Papua Butuh Koordinasi yang Mantap

Dalam kaitan ini, KPU akan membicarakan lebih lanjut dengan para pembentuk undang-undang, baik itu DPR dan pemerintah ihwal adanya konsekuensi kepemiluan yang dimaksud.

"Bagaimana konsekuensi elektoral sehubungan dengan terbentuknya Daerah Otonomi Baru di Papua (apakah) dengan mekanisme revisi perubahan undang-undang atau apa pun, supaya sudah ada payung hukumnya kalau akan dilakukan Pemilu-Pilkada 2024 di Papua," jelasnya.

Saat disinggung soal kapan payung hukum itu bisa diterbitkan, Hasyim menjelaskan bahwa tahapan penetapan Dapil akan mulai dilakukan pada bulan Oktober 2022-Februari 2023. Ia berharap payung hukum tersebut bisa terbit sebelum batas akhir dari tahapan penataan Dapil ini.

"Harapan kami akhir tahun ini, Desember itu sudah ada keputusan tentang bagaimana format atau substansi materi muatan perubahan Undang-Undang Pemilu," katanya. Baca juga: Wamendagri Berharap Pembentukan DOB Papua Pegunungan Pacu Kesejahteraan Masyarakat

"Supaya ada gambar tentang Dapilnya seperti apa dan kemudian kita akomodir ke dalam peraturan KPU dalam menyusun dan menata Dapil," tutup Hasyim.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Tim Kolaborasi Film...
Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Buka Suara setelah Mama Sinta Lapor Polisi
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Jerman Unggul atas Curacao...
Jerman Unggul atas Curacao 3-1 di Babak Pertama, Tim Debutan Sempat Bikin Kejutan
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved