Legenda Sang Hantu Putih Kopassus yang Menyerbu Ribuan Pemberontak Kongo

Selasa, 02 Agustus 2022 - 12:42 WIB
loading...
Legenda Sang Hantu Putih...
Kopassus merupakan salah satu pasukan elit TNI AD yang berisikan prajurit-prajurit hebat dan tangguh. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kopassus merupakan salah satu pasukan elit TNI AD yang berisikan prajurit-prajurit hebat dan tangguh. Tak jarang, Korps Baret Merah ini memperlihatkan aksi heroik saat menjalankan tugasnya.

Dikutip dari situs Kopassus Mil, cikal bakal pembentukan pasukan ini bermula pada 16 April 1952. Saat itu, melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorium III No.55/Instr/PDS/52 dibentuk Kesatuan Komando Teritorium III.

Baca juga : Kisah Soeharto Muda Ditampar Pendiri Kopassus

Komandan pertamanya dipercayakan kepada Mayor Moch. Idjon Djanbi, mantan Kapten KNIL yang pernah menjadi bagian Korps Speciale Troopen. Dalam perjalanannya, pasukan ini beberapa kali berganti nama. Sampai pada akhirnya, sekitar tahun tahun 1985, satuan ini berganti nama menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Pada riwayatnya, Kopassus sering diterjunkan pada berbagai misi berbahaya. Tak hanya dalam negeri, pasukan elit ini juga pernah terlibat sebagai Pasukan Perdamaian PBB.

Salah satu misi heroik yang sulit dilupakan adalah ketika menjadi Pasukan Perdamaian di Negara Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Dikutip dari pemberitaan sebelumnya, sekitar tahun 1962, Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) memerintahkan Indonesia untuk mengirim pasukan perdamaian ke Kongo. Setelah itu, ditugaskan pasukan bernama Kontingen Garuda III (Konga III).

Anggota Konga III berisikan prajurit dari Batalyon 531 Raiders, Batalyon Kavaleri 7, Satuan Kodam II Bukit Barisan, hingga Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang saat itu masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Pemimpin Konga III adalah Brigjen TNI Kemal Idris. Dia membawahi sekitar 3.457 tentara untuk ditugaskan di Albertville, Kongo. Pasukan tersebut dibawah naungan United Nations Operation in the Congo (UNOC).

Pada wilayah tersebut terdapat pasukan pemberontak pimpinan Moises Tsombee. Suatu hari, markas Konga III diserbu sekitar 2.000 milisi pemberontak. Beruntung pasukan Indonesia berhasil bertahan dan memukul mundur mereka.

Sebagai bentuk tanggapan atas serangan tersebut, pasukan perdamaian dari semua negara sepakat untuk memburu gerombolan tersebut. Akhirnya, ditugaskan pasukan berjumlah 30 personel berisikan anggota Kopassus (dulu RPKAD) untuk memulai misinya.

Pada pencariannya, akhirnya ditemukanlah markas pasukan pemberontak. Pasukan Konga III saat itu hanya berjumlah 30 orang, sedangkan musuh diperkirakan mencapai 3.000 orang dilengkapi berbagai senjata.

Baca juga : Danjen Kopassus Mayjen TNI Teguh Raih Brevet Anti-Teror dari Sat-81 Kopassus

Berdasarkan informasi yang didapat, ternyata ada mitos tentang Hantu Putih dengan bau bawang putih menyengat yang ditakuti warga setempat, termasuk pemberontak tersebut. Akhirnya, pasukan menggunakan strategi tersebut dan menyamar menjadi Hantu Putih.

Dengan penyamaran tersebut, mereka langsung menyerbu pemberontak. Melihat hal tersebut, pasukan pemberontak Kongo kaget dan tertegun. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh Konga III untuk menguasai markas.

Pada akhirnya, pasukan pemberontak berhasil dilumpuhkan. Dalam serbuan tersebut, beberapa pemberontak tewas, sedangkan dari pihak pasukan Konga III tidak ada korban jiwa.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
Ryamizard Ryacudu Meninggal...
Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, TNI AD Berduka: Pengabdiannya Inspirasi bagi Prajurit
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
TNI AD Turun Perkuat...
TNI AD Turun Perkuat Patroli Antibegal, Kadispenad: Penindakan Tetap Wewenang Polisi
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Rekomendasi
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Berita Terkini
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved