Pembelajaran Nasionalisme Harus Disusun Sistematis dari TK hingga Kuliah
Senin, 25 Juli 2022 - 21:42 WIB
loading...
A
A
A
"Yang paling baik adalah semua pihak berkolaborasi, sehingga akhirnya anak-anak sepanjang waktu mereka berinteraksi dengan dunia sosial, mereka sudah terbiasa mendapat nilai (toleransi, kerukunan) seperti itu," kata wanita yang akrab disapa Putri Langka ini.
Menurutnya, orang tua juga harus mendapatkan sosialisasi tentang penanaman nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan keberagaman serta program yang menyadarkan kembali agar mereka dapat kembali ke akarnya, Indonesia.
Dijelaskan, pola dan bibit radikalisasi sudah dapat dilihat sejak dini, terlebih ketika anak tidak diajarkan toleransi dengan orang lain, maka itu sudah dimulai ada pengkotak-kotakan antara mereka dan kami. Kondisi seperti ini hanya akan membawa kepada pertumbuhan pengkotak-kotakan yang lebih luas lagi.
Baca juga: Kak Seto: Perlunya Desain Perlindungan Anak dari Virus Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme
"Karena akan muncul pemikiran bahwa harus ada pihak yang salah, dan pihak yang kalah. Itu saja bisa menimbulkan radikalisme, apalagi dengan kemunculan oknum yang mengatakan ajaran agama yang ini paling benar dan yang lain adalah salah," ucap wanita kelahiran Surabaya, 14 April 1980 ini.
Menurutnya, orang tua juga harus mendapatkan sosialisasi tentang penanaman nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan keberagaman serta program yang menyadarkan kembali agar mereka dapat kembali ke akarnya, Indonesia.
Dijelaskan, pola dan bibit radikalisasi sudah dapat dilihat sejak dini, terlebih ketika anak tidak diajarkan toleransi dengan orang lain, maka itu sudah dimulai ada pengkotak-kotakan antara mereka dan kami. Kondisi seperti ini hanya akan membawa kepada pertumbuhan pengkotak-kotakan yang lebih luas lagi.
Baca juga: Kak Seto: Perlunya Desain Perlindungan Anak dari Virus Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme
"Karena akan muncul pemikiran bahwa harus ada pihak yang salah, dan pihak yang kalah. Itu saja bisa menimbulkan radikalisme, apalagi dengan kemunculan oknum yang mengatakan ajaran agama yang ini paling benar dan yang lain adalah salah," ucap wanita kelahiran Surabaya, 14 April 1980 ini.
Lihat Juga :