BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 95S di Samudera Hindia, Begini Dampak bagi Indonesia
Senin, 25 Juli 2022 - 14:47 WIB
loading...
BMKG mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 95S di Samudera Hindia dan bergerak ke arah selatan barat daya. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 95S di Samudera Hindia dan bergerak ke arah selatan barat daya. Bibit siklon ini berpotensi mempengaruhi cuaca di Indonesia dalam 24 jam ke depan yakni terjadinya hujan sedang hingga lebat serta gelombang tinggi.
"Bibit Siklon Tropis 95S terpantau berada di Samudera Hindia, tepatnya di 2.9°LS, 90.8°BT, bertekanan 1007.9 mb dengan kecepatan angin maksimum 15 knot. Bergerak ke arah selatan barat daya," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (25/7/2022).
BMKG memperkirakan potensi sistem untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah. Wilayah yang berpotensi hujan sedang-lebat disertai angin kencang akibat Bibit Siklon Tropis 95S ini terjadi yakni di Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sebagian Jambi bagian barat, dan Sumatera Selatan.
Kemudian, potensi gelombang tinggi akibat Bibit Siklon Tropis 95S ini yakni gelombang dengan tinggi 1,25-2,5 meter terjadi di Selat Malaka bagian utara; Perairan Timur Pulau Simeulue, Kepulauan Mentawai; Selat Karimata, Perairan Bangka-Belitung.
"Bibit Siklon Tropis 95S terpantau berada di Samudera Hindia, tepatnya di 2.9°LS, 90.8°BT, bertekanan 1007.9 mb dengan kecepatan angin maksimum 15 knot. Bergerak ke arah selatan barat daya," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (25/7/2022).
BMKG memperkirakan potensi sistem untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah. Wilayah yang berpotensi hujan sedang-lebat disertai angin kencang akibat Bibit Siklon Tropis 95S ini terjadi yakni di Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sebagian Jambi bagian barat, dan Sumatera Selatan.
Kemudian, potensi gelombang tinggi akibat Bibit Siklon Tropis 95S ini yakni gelombang dengan tinggi 1,25-2,5 meter terjadi di Selat Malaka bagian utara; Perairan Timur Pulau Simeulue, Kepulauan Mentawai; Selat Karimata, Perairan Bangka-Belitung.
Lihat Juga :