alexametrics

DPR Setujui Kenaikkan Dana Bantuan Operasional Pesantren

loading...
DPR Setujui Kenaikkan Dana Bantuan Operasional Pesantren
DPR Setujui Kenaikkan Dana Bantuan Operasional Pesantren
A+ A-
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengungkapkan, Komisi VIII DPR telah menyetujui kenaikkan anggaran Bantuan Operasional Pesantren (BOP) untuk tahun 2021.

Persetujuan itu disampaikan Komisi VIII DPR dalam rapat kerja bersama Kementerian Agama (Kemenag), Jumat (26/6/2020). Dalam rapat itu, Menag menegaskan komitmen instansinya untuk terus memberikan perhatian kepada keberlangsungan dan kemajuan pendidikan agama dan keagamaan. Kepedulian itu antara lain tercermin dalam kebijakan alokasi anggaran.

"Alokasi anggaran yang diusulkan Kemenag untuk penguatan pendidikan agama dan keagaman, termasuk pesantren, telah disetujui Komisi VIII DPR," tandas Menag di Jakarta, Sabtu (27/6/2020). (Baca juga: DPR Desak Kemendikbud Permudah Siswa Masuk Perguruan Tinggi)



Menurut Menag, komitmen dan perhatian kepada pendidikan agama dan keagamaan, antara lain tercermin dari alokasi anggaran bantuan operasional pesantren (BOP) dalam menghadapi pandemi Covid-19. Setiap tahun, anggaran pembinaan pesantren hanya berkisar Rp500 miliar. Tahun ini, guna mempersiapkan pesantren tetap produktif dan aman Covid, Kemenag telah mengalokasikan anggaran BOP sekitar Rp2,3 triliun.

"Tahun 2020, BOP per pesantren dialokasikan hanya Rp20 juta. Tahun 2021, kita mengusulkan dan sudah disetujui Komisi VIII, BOP naik. Semoga usulan ini juga disetujui Kementerian Keuangan," ujarnya.

Selain BOP, lanjut Fachrul, Kemenag tahun depan juga tetap memberikan beasiswa kuliah bagi santri berprestasi. Saat ini, Kemenag membina 767 santri yang sedang kuliah dengan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Tahun depan, akan dialokasikan kembali beasiswa untuk 250 santri.

"Tidak kurang Rp36 miliar akan dialokasikan untuk mengafirmasi akses para santri kuliah di perguruan tinggi terbaik, baik yang sedang berjalan maupun untuk penerimaan baru tahun depan," tandasnya.

Kemenag juga bekerja sama dengan LPDP untuk memberi beasiswa S2 dan S3 kepada santri, baik di dalam maupun luar negeri. Setiap tahun ada 100 hingga 150 santri yang mendapatkan beasiswa tersebut.

Di lingkungan Kemenag sendiri, lanjut Menag, pembahasan tentang upaya peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, termasuk pesantren dan madrasah, menjadi santapan harian di setiap rapat dan diskusi. "Hampir setiap ada rapat kabinet atau antar-kementerian, pasti topik utama yang diangkat tidak keluar dari bantuan kepada madrasah dan pesantren," ungkapnya.

Perhatian dan kepedulian yang sama juga diberikan oleh masing-masing Ditjen Bimbingan Masyarakat kepada para siswa lembaga pendidikan agama dan keagamaan lainnya. "Dengan dorongan dan kepedulian yang sama dari Komisi VIII, Insya Allah masa depan para santri, siswa madrasah, dan seluruh generasi muda bangsa dari berbagai agama akan semakin baik, walaupun situasi keuangan negara masih terbatas untuk dapat memberi dukungan optimal," tandasnya.
(nbs)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak