Dicecar soal Bantuan untuk Marbot hingga Ponpes, Menag: Kami Siap
Jum'at, 26 Juni 2020 - 17:06 WIB
loading...
Menteri Agama Fachrul Razi. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 menyebabkan penderitaan masyarakat di segala lini. Tidak terkecuali para guru ngaji, dai, dan juga marbot masjid yang tidak memiliki pemasukan sama sekali selama pandemi akibat kegiatan belajar mengajar di sekolah libur atau belajar dari rumah.
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan, perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren, madrasah swasta, musala dan juga masjid selama ini masih sangat kurang. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini, tidak sedikit guru ngaji, da'i, marbot masjid yang tidak memiliki penghasilan sama sekali.
"Saya dapat informasi dari teman-teman di dapil, mereka gak ada pendapatan. Bukan hanya nol, tapi minus. Saya dengar mereka terpaksa utang kanan kiri," ujar Yandri saat Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, Jumat (26/6/2020).
(Baca: 1.851 Anak Terpapar COVID-19, Wapres Beri Perhatian Serius New Normal di Pesantren)
Dikatakan Yandri, saat ini banyak madrasah yang terpaksa tutup sehingga tidak memiliki biaya operasional. Termasuk juga masjid yang selama ini mengandalkan biaya operasional dari sumbangan jamaah, kini untuk sekadar membayar iuran listrik saja banyak yang tidak mampu.
"Kita pastikan bahwa madrasah hari ini banyak yang tutup. Mereka gak punya pemasukan. Siswa yang sekolah gak ada, yang bayaran juga gak ada. Jangankan ketika pandemi, ketika keadaan normal saja tertatih-tatih," tuturnya.
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan, perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren, madrasah swasta, musala dan juga masjid selama ini masih sangat kurang. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini, tidak sedikit guru ngaji, da'i, marbot masjid yang tidak memiliki penghasilan sama sekali.
"Saya dapat informasi dari teman-teman di dapil, mereka gak ada pendapatan. Bukan hanya nol, tapi minus. Saya dengar mereka terpaksa utang kanan kiri," ujar Yandri saat Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, Jumat (26/6/2020).
(Baca: 1.851 Anak Terpapar COVID-19, Wapres Beri Perhatian Serius New Normal di Pesantren)
Dikatakan Yandri, saat ini banyak madrasah yang terpaksa tutup sehingga tidak memiliki biaya operasional. Termasuk juga masjid yang selama ini mengandalkan biaya operasional dari sumbangan jamaah, kini untuk sekadar membayar iuran listrik saja banyak yang tidak mampu.
"Kita pastikan bahwa madrasah hari ini banyak yang tutup. Mereka gak punya pemasukan. Siswa yang sekolah gak ada, yang bayaran juga gak ada. Jangankan ketika pandemi, ketika keadaan normal saja tertatih-tatih," tuturnya.
Lihat Juga :