alexametrics

DPR Desak Kemendikbud Permudah Siswa Masuk Perguruan Tinggi

loading...
DPR Desak Kemendikbud Permudah Siswa Masuk Perguruan Tinggi
Ketua Komisi X DPR Saiful Huda. Foto/SINDOnews/Abdul Rochim
A+ A-
JAKARTA - Komisi X DPR berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menbantu siswa lulusan SMA untuk bisa berkuliah di perguruan tinggi.

Di masa pandemi virus Corona (Covid-19), banyak siswa SMA yang sudah lulus namun susah mencari kampus untuk melanjutkan pendidikannya.

"Teman-teman yang pasca SMA itu hari ini kesulitan untuk meneruskan kuliah di berbagai kampus di seluruh Indonesia. Kita sudah mendorong Kemendikbud untuk mengambil langkah-langkah negara harus hadir betul menyangkut soal bagaimana anak muda Indonesia bisa melanjutkan kuliah di kampus-kampus kita," tutur Ketua Komisi X DPR Saiful Huda dalam diskusi MNC Trijaya Network bertajuk Pemuda dan Pendidikan kita di masa Pandemi, Sabtu (27/6/2020).



Kendati demikian, Saiful mengungkapkan pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan terkait penambahan kuota pada Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

KIP kuliah adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan SMA/ sederajat yang memiliki potensi akademik baik, tetapi memiliki keterbatasan ekonomi.

"Ada kebijakan yang sudah dikeluarkan terkait dengan KIP kuliah yang tadinya kuotanya sedikit sekarang sudah hampir mencapai kurang lebih 700 ribu anak-anak Indonesia yang bisa mengakses KIP kuliah," katanya.(Baca juga: Pembakaran Bendera Parpol Tak Perlu Disikapi Berlebihan)

Selagi Kemendikbud mempersiapkan cara untuk mempermudah mendaftar di kampus, Saiful meminta lulusan SMA tersebut diharapkan dapat memanfaatkan program KIP kuliah ini.

"Karena itu melalui media yang baik ini, melalui teman-teman di Trijaya ini saya mengajak jangan bersusah hati cepat akses melalui website Kemendikbud untuk teman-teman muda bisa berkuliah di tempat-tempat kampus yang dituju dan yang dinginkan," tuturnya.
(dam)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak