Berani Beda, Fashion Jalanan Remaja Citayam Diramal Berkembang

Senin, 18 Juli 2022 - 13:49 WIB
loading...
A A A
Dia mengingatkan pemerintah cukup merespons fenomena remaja Citayam dengan cara mengedukasi mereka untuk ikut menjaga fasilitas dan kebersihan ruang publik, tidak menganggu pengguna jalan dan penikmat kota yang lain. Selain itu, perlu pula remaja diberi literasi mengenai penggunaan teknologi digital.

"Cukup mereka diajari bagaimana cara bermedsos secara modern dan positif agar tidak tersangkut konten-konten negatif atau aksi saling bully," ujarnya.

Melawan Kemapanan?
Selain faktor kreativitas dan eksistensi remaja, fenomena remaja Citayam juga bisa dilihat dari sudut pandang lain, yakni adanya upaya melawan kemapanan industri fashion. Dosen Sosiologi Perkotaan UIN Jakarta, Tantan Hermansah mengatakan, secara teoritis, apa yang dilakukan remaja Citayam bisa dikatakan sebagai upaya melakukan perlawanan atas narasi besar.

Baca juga: 3 Lokasi yang Vibes-nya Mirip 'SCBD Citayam Fashion Week', Semua Bak Model!

"Apa itu narasi besar? Tak lain adalah fashion industri. Jadi kalau orang mau gaya itu harus punya cantelan, kapstok, atau rujukan, mengikuti endorsement siapa, maka remaja Citayam dengan pede-nya menyampaikan kepada publik bahwa untuk gaya itu tidak perlu seperti artis si A, si B, atau si C, atau untuk tampil keren itu tidak mesti mengikuti fashion yang branded," ujarnya saat dihubungi Minggu (17/7).

Fenomena anak muda melawan kemapanan diakuinya bukan hal baru dalam budaya Indonesia, Bahkan dulu sampai berujung pada persoalan politik. Misalnya pada dekade 1960-an ada kebijakan anak muda dilarang gondrong. Itu karena anak muda melakukan protes sosial politik yang diekspresikan dalam bentuk penampilan, salah satunya tampil dengan rambut panjang. Juga Presiden Soekarno pernah melarang musik Barat seperti The Beatles yang disebutnya sebagai ngak ngik ngok.

"Artinya, bahwa ekspresi-ekspresi seni budaya dalam melawan kemapanan itu sudah lama terjadi. Cuma memang tiap zaman dan tiap waktu ada bentuk dan ciri khasnya," ujarnya.

Baca juga: Beraksi di Citayam Fashion Week, Spesialis Penjambret ABG Diringkus Polisi

Tantan menilai apa yang dilakukan remaja Citayam merupakan sebuah alternatif gerakan sosial yang berbasis kreativitas serta kepercayaan diri untuk tampil di tengah keriuhan publik fashion. Lewat aksi fashion street, lanjut dia, remaja Citayam seperti ingin mengatakan kepada publik bahwa meskipun mereka ada di pinggiran namun juga bisa kreatif. Namun, ruang kreatif di pinggiran tersebut selama ini tidak termonitor.

Dia berharap pemerintah bisa merespons fenomena remaja Citayam jauh lebih positif, misalnya remaja itu diberikan fasilitas untuk bisa mengeskpresikan diri jauh lebih baik, diberikan pendidikan desain, diberikan pendidikan fashion supaya lebih fashionable tapi tetap berakarkter dan tidak melupakan aspek lokal.

Dari sudut pandangan psikologi, apa yang dilakukan remaja Citayam adalah hal positif untuk menaikkan rasa percaya diri sekaligus melatih remaja melakukan interaksi sosial. Psikolog anak dan remaja Sani Budiantini Hermawan mengatakan, pada fase remaja setiap anak memang memiliki cara sendiri untuk mengaktualisasikan dirinya.

Baca juga: Pakai Produk Lokal, Wagub DKI: Citayam Fashion Show Keren

Dalam fenomena remaja Citayam, Sani menilai mereka termasuk kelompok remaja yang memiliki minat yang sama untuk mengekspresikan diri melalui mode.

"Itu kegiatan yang positif karena dengan mengekspresikan diri, dia bisa merasa eksis. Dari sisi psikologis juga akan meningkatkan kepercayaan diri, belum lagi apabila memang dalam kelompok ini terjadi interaksi sosial dapat menambah tinggi keterampilan sosial mereka," ungkapnya saat dihubungi Minggu (17/7/2022).

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Agus: Setiap...
Menteri Agus: Setiap Warga Binaan Miliki Potensi untuk Berubah dan Berkontribusi
KAHMI Siap Gelar AIFA...
KAHMI Siap Gelar AIFA 2025 Perdana, Angkat Fashion Muslim ke Kancah Internasional
Sarinah Rayakan Idulfitri...
Sarinah Rayakan Idulfitri dengan Produk Fashion dan Kriya Terbaik Indonesia
Produk UKM Jateng di...
Produk UKM Jateng di Kalsel Laris Manis, Atikoh Ganjar: Semoga Omzet Makin Meningkat
Relasi Kuasa dalam Fenomena...
Relasi Kuasa dalam Fenomena Citayam Fashion Week
Minim Ruang Publik di...
Minim Ruang Publik di Daerah Penyangga, Alasan Remaja Citayam 'Invasi' Jakarta
Jakarta Fashion Week...
Jakarta Fashion Week 2027 Hadirkan Perspektif Baru Lewat Lepas, Simbol Gaya Hidup Masa Depan
Rayakan Musim Panas...
Rayakan Musim Panas Khas Brasil Melalui Block Party
CHARLES & KEITH Luncurkan...
CHARLES & KEITH Luncurkan Ramadan 2026 Collection, Rayakan Bulan Penuh Makna
Rekomendasi
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved