Safari Politik AHY untuk Pertahankan Eksistensi Demokrat
Jum'at, 26 Juni 2020 - 13:04 WIB
loading...
A
A
A
"Saya pikir memang dalam kerangka mempertahankan eksistensi partai. Apalagi tuntutan terhadap AHY cukup besar, harus mempertahankan Demokrat di politik nasional. Atau lebih dari itu, kembali memenangkan dan menjadi partai mayoritas seperti tahun 2009," ucap dosen Universitas Padjadjaran itu. (Lihat juga: AHY Temui Airlangga Hartarto Bahas Pilkada Serentak 2020 dan Perekonomian di Masa Pandemi ).
Rangkaian safari politik itu juga dinilai untuk memperkenalkan AHY sebagai nakhoda baru Demokrat. AHY masih hijau dalam politik. Dia turun gelanggang politik langsung dalam pertempuran keras Pilkada DKI Jakarta 2017.
Idil mengibaratkan, AHY sekarang sebagai penyerang dalam sebuah tim sepak bola. Ke depan, pria yang pernah berdinas di militer itu akan sering banyak berkunjung lagi ke berbagai partai politik dan kelompok masyarakat.
Terkait pertemuan dengan Jokowi dan Ma’ruf Amin, Idil menyebut itu sebagai anjangsana biasa. AHY, katanya, kemungkinan menjelaskan posisi Partai Demokrat dalam perpolitikan nasional saat ini. "Berkelakar seperti biasa dengan presiden dan wakil presiden. Kalau upaya pembicaraan strategis, saya belum melihat," pungkasnya. (Baca juga: Gorengan, Cabai Rawit, dan Secangkir Kopi di Meja Kerja AHY ).
Rangkaian safari politik itu juga dinilai untuk memperkenalkan AHY sebagai nakhoda baru Demokrat. AHY masih hijau dalam politik. Dia turun gelanggang politik langsung dalam pertempuran keras Pilkada DKI Jakarta 2017.
Idil mengibaratkan, AHY sekarang sebagai penyerang dalam sebuah tim sepak bola. Ke depan, pria yang pernah berdinas di militer itu akan sering banyak berkunjung lagi ke berbagai partai politik dan kelompok masyarakat.
Terkait pertemuan dengan Jokowi dan Ma’ruf Amin, Idil menyebut itu sebagai anjangsana biasa. AHY, katanya, kemungkinan menjelaskan posisi Partai Demokrat dalam perpolitikan nasional saat ini. "Berkelakar seperti biasa dengan presiden dan wakil presiden. Kalau upaya pembicaraan strategis, saya belum melihat," pungkasnya. (Baca juga: Gorengan, Cabai Rawit, dan Secangkir Kopi di Meja Kerja AHY ).
(zik)
Lihat Juga :