Komisi III DPR Tegaskan Pemberantasan Narkoba Harus Radikal dan Konkret
Kamis, 25 Juni 2020 - 20:14 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Update Corona: Bertambah 1.178, Kasus Positif Tembus 50 Ribu Orang)
Karena itu, lanjut Sudding, bagaimana aparat pemegak hukum fokus menangkap para gembong dan mafia narkoba ini dan perlu dilakukan tindakan yang tegas. Seperti misalnya kebijakan yang dilakukan di Filipina untuk memberantas narkoba, memang mendapat kritik karena dinilai melanggar HAM tetapi, tingkat peredaran narkobanya menurun.
"Jadi, kita tidak sekedar retorika. Saya mengharapkan seperti itu (lebih konkret dan bersama-sama). Supaya tudak ada kesan kita terlalu lemah," ujar politikus PAN itu.
Namun demikian, Sudding menghargai langkah yang sudah dilakukan oleh aparat penegak hukum dalam pemberantasan narkoba. Tetapi, harus ada gerakan secara radikal dalam rangka pemberantasan narkoba.
"Gebrakan menangkap impor narkoba ratusan ton kira hargai, tapi tidak hanya sekali tapi harus berkali-kali. Katakanlah kalau ada yang lolos, berapa juta bangsa kita yang jadi korban," pungkasnya.
Karena itu, lanjut Sudding, bagaimana aparat pemegak hukum fokus menangkap para gembong dan mafia narkoba ini dan perlu dilakukan tindakan yang tegas. Seperti misalnya kebijakan yang dilakukan di Filipina untuk memberantas narkoba, memang mendapat kritik karena dinilai melanggar HAM tetapi, tingkat peredaran narkobanya menurun.
"Jadi, kita tidak sekedar retorika. Saya mengharapkan seperti itu (lebih konkret dan bersama-sama). Supaya tudak ada kesan kita terlalu lemah," ujar politikus PAN itu.
Namun demikian, Sudding menghargai langkah yang sudah dilakukan oleh aparat penegak hukum dalam pemberantasan narkoba. Tetapi, harus ada gerakan secara radikal dalam rangka pemberantasan narkoba.
"Gebrakan menangkap impor narkoba ratusan ton kira hargai, tapi tidak hanya sekali tapi harus berkali-kali. Katakanlah kalau ada yang lolos, berapa juta bangsa kita yang jadi korban," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :