BKKBN Pastikan Kelancaran Pasokan Alat Kontrasepsi di Masa Pandemi
Kamis, 25 Juni 2020 - 16:10 WIB
loading...
Pandemi Covid-19 berdampak mendalam pada akses pelayanan keluarga berencana (KB) maupun informasi kesehatan reproduksi seksual.
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak mendalam pada akses pelayanan keluarga berencana (KB) maupun informasi kesehatan reproduksi seksual. Seluruh negara di dunia kini berjuang untuk memastikan bahwa pelayanan dalam program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi tetap tersedia.
Demikian disampaikan Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo ketika membuka webinar bertajuk 'Covid-19: Public Health and Economic Perspective' (25/6/2020).
Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN Prof. Rizal Damanik mengungkapkan bahwa pihaknya mencatat populasi dunia diperkirakan akan meningkat 2 miliar orang dalam 30 tahun ke depan; bertambah dari 7,7 miliar pada tahun 2019 menjadi 9,7 miliar pada tahun 2050.
"Sembilan negara termasuk Indonesia, akan mencapai lebih dari setengah proyeksi pertumbuhan antara sekarang dan 2050. Masih terlalu dini, jika saya berasumsi bahwa wabah Covid-19 mungkin mengubah proyeksi populasi global,” kata Rizal.
Dari hasil pengamatan BKKBN, di Indonesia perempuan memilih untuk tidak datang ke fasilitas kesehatan karena khawatir tertular Covid-19 atau karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain itu, munculnya potensi gangguan rantai pasok yang membatasi ketersediaan alat kontrasepsi di beberapa daerah.
Demikian disampaikan Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo ketika membuka webinar bertajuk 'Covid-19: Public Health and Economic Perspective' (25/6/2020).
Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN Prof. Rizal Damanik mengungkapkan bahwa pihaknya mencatat populasi dunia diperkirakan akan meningkat 2 miliar orang dalam 30 tahun ke depan; bertambah dari 7,7 miliar pada tahun 2019 menjadi 9,7 miliar pada tahun 2050.
"Sembilan negara termasuk Indonesia, akan mencapai lebih dari setengah proyeksi pertumbuhan antara sekarang dan 2050. Masih terlalu dini, jika saya berasumsi bahwa wabah Covid-19 mungkin mengubah proyeksi populasi global,” kata Rizal.
Dari hasil pengamatan BKKBN, di Indonesia perempuan memilih untuk tidak datang ke fasilitas kesehatan karena khawatir tertular Covid-19 atau karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain itu, munculnya potensi gangguan rantai pasok yang membatasi ketersediaan alat kontrasepsi di beberapa daerah.
Lihat Juga :