BPET MUI: Sistem Khilafah Sudah Selesai, Tak Perlu Diwacanakan Lagi
Rabu, 29 Juni 2022 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
"Bagi yang masih mengampanyekan khilafah, perlu sadari betul bahwa para ulama terdahulu telah melakukan ijtihad, dan telah bersepakat atas rumusan dalam bernegara," kata peraih PhD Ilmu Politik dari Marmara University ini.
Islam, kata Syauqi, mengajarkan dalam konteks berbangsa bernegara. Hal-hal yang mengatur seperti kehakiman, kementerian, wilayatul qadha, serta keuangan ada dalam sejarah Islam dan merupakan produk ijtihad.
Baca juga: Wapres Tegaskan Khilafatul Muslimin Menyimpang: Harus Disetop
Untuk itu, Dosen Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI ini menilai perlu ada upaya nyata dari berbagai stakeholder guna mewaspadai ideologi khilafah yang kian hari semakin massif hingga masuk pada lini-lini kehidupan masyarakat.
"Ini berkenaan dengan literasi masyarakat, tentang bagaimana sessungguhnya sejarah dan makna khilafah itu perlu dilihat, kalau ada berbagai macam versi dan sejarah sebaiknya dibaca semua dan dipertimbangkan seperti apa (kebenarannya)," kata Gus Syauqi.
Kemudian juga perlu adanya langkah atau kampanye yang berkesinambungan terkait narasi alternatif yang juga harus sesuai atau mendekati kepada bahasa dan selera konten anak muda. "Misalnya tentang terminologi kekhilafahan, terminologi khalifah, sejarah misalnya, itu kampanyenya harus simultan dan berkesinambungan," katanya.
Islam, kata Syauqi, mengajarkan dalam konteks berbangsa bernegara. Hal-hal yang mengatur seperti kehakiman, kementerian, wilayatul qadha, serta keuangan ada dalam sejarah Islam dan merupakan produk ijtihad.
Baca juga: Wapres Tegaskan Khilafatul Muslimin Menyimpang: Harus Disetop
Untuk itu, Dosen Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI ini menilai perlu ada upaya nyata dari berbagai stakeholder guna mewaspadai ideologi khilafah yang kian hari semakin massif hingga masuk pada lini-lini kehidupan masyarakat.
"Ini berkenaan dengan literasi masyarakat, tentang bagaimana sessungguhnya sejarah dan makna khilafah itu perlu dilihat, kalau ada berbagai macam versi dan sejarah sebaiknya dibaca semua dan dipertimbangkan seperti apa (kebenarannya)," kata Gus Syauqi.
Kemudian juga perlu adanya langkah atau kampanye yang berkesinambungan terkait narasi alternatif yang juga harus sesuai atau mendekati kepada bahasa dan selera konten anak muda. "Misalnya tentang terminologi kekhilafahan, terminologi khalifah, sejarah misalnya, itu kampanyenya harus simultan dan berkesinambungan," katanya.
Lihat Juga :