KSP Ungkap Alasan Dipilihnya PSBB Dibanding Karantina Wilayah

Minggu, 26 April 2020 - 13:30 WIB
loading...
KSP Ungkap Alasan Dipilihnya...
Polisi memberhentikan pengendara motor yang berboncengan saat penerapan PSBB di Depok. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staff Presiden (KSP), Brian Sriprahastuti mengungkapkan alasan Pemerintah lebih mempertimbangkan memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibanding karantinan wilayah. Hal tersebut telah dipertimbangkan secara matang dengan berbagai macam aspek.

"Pada saat kita memutuskan untuk memberlakukan PSBB pada saat itukan pilihannya adalah apakah akan dilakukan PSBB apakah karantina wilayah. Mempertimbangkan mana yang lebih efektif kemudian tentu saja melihat sisi kerugian kelemahan dan juga kelebihannya," ujar Brian dalam diskusi melalui live streaming, Minggu (26/4/2020).

Brian mengatakan dipilihnya PSBB jugamenempatkan individu sebagai subjek. Dan dalam pelaksanaanya, PSBB bakal mengempower dan harus diiringi edukasi kepada masyarakat.

"Saya selalu mengatakan bahwa dengan PSBB kita mengempower masyarakat tetapi ada syaratnya. Kalo mengempower itukan harus melakukan edukasi nah tantangannya itu di edukasi," jelasnya.

Dalam PSBB, dibutukan juga seni dalam mengedukasi dan memberikan sanksi bagi masyarakat yang masih melanggar aturan PSBB. (Baca juga: Dampak Covid-19, Volume Sampah di Jaktim Berkurang 339,68 Ton per Hari )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cuma Ganti Istilah,...
Cuma Ganti Istilah, Rizal Ramli: Lockdown Solusi Sesuai Konstitusi Atasi Pandemi Covid
Tangani Covid-19, Legislator...
Tangani Covid-19, Legislator Demokrat Minta Pemerintah Terapkan PSBB
Didesak Berlakukan PSBB...
Didesak Berlakukan PSBB atau Lockdown, Pemerintah Tetap Pilih PPKM Mikro
Covid-19 Melonjak, Pimpinan...
Covid-19 Melonjak, Pimpinan Komisi IX DPR Minta Anies Tarik 'Rem Darurat'
Pemerintah Diminta Terapkan...
Pemerintah Diminta Terapkan PSBB untuk Zona Merah dan Oranye
Covid-19 Melonjak, Tingkatkan...
Covid-19 Melonjak, Tingkatkan Pembatasan Sosial dan Terapkan WFH
Satpol PP Disiplinkan...
Satpol PP Disiplinkan Masyarakat, Anies: Sapa Mereka dengan Hati, Tegur dengan Hati
Daripada PPKM Darurat,...
Daripada PPKM Darurat, Mending Lockdown 14 Hari dan Siapkan Subsidi Gaji Rp5 Juta
Bima Arya Minta Pemerintah...
Bima Arya Minta Pemerintah Pusat Keluarkan Kebijakan Lebih Ketat Tangani Covid-19
Rekomendasi
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Pembunuh Sadis Pengemudi...
Pembunuh Sadis Pengemudi Ojol di Tangerang Ditetapkan Jadi Tersangka
Berita Terkini
Madam Halimah Yacob...
Madam Halimah Yacob Membuka Harmony in Diversity Award Perdana di Jakarta
Jadi Saksi Dalam Sprindik...
Jadi Saksi Dalam Sprindik Baru, Kejagung Sebut Status Tersangka Febrie Adriansyah dari Polri Tak Gugur
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Kualitas Negara Hukum...
Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Gus Ipul Respons Wacana...
Gus Ipul Respons Wacana Cak Imin soal Pemimpin Baru PBNU: Baik untuk Didiskusikan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved