Angka COVID-19 Terus Meningkat Akibat Salah Memaknai New Normal
Kamis, 25 Juni 2020 - 09:43 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia mengatakan, masyarakat bakal kembali hidup normal setelah vaksin ditemukan. "Seluruh dunia juga tidak tahu, karena virus ini, untuk vaksinnya belum ditemukan. Jadi, maka dari itu, sampai dengan vaksin belum ditemukan, kita harus bisa selalu berhadapan dengan virus ini," katanya.
Menurut Mahfuz, akibat salah dalam memaknai new normal, angka positif COVID-19 kembali meningkat tajam. Pada Rabu (24/6/2020), tercatat penambahan sebanyak 1.113 kasus, sehingga total kasus positif COVID-19 di Indonesia berjumlah 49.009 orang. Hal itu menunjukkan masih tingginya sumber penularan di masyarakat.(Baca juga: Berikut Data Gugus Tugas Terkait Kasus Positif dan Kematian karena Corona )
Dalam penerapan new normal, Mahfuz menilai pemerintah perlu fokus pada penguatan ekonomi masyarakat kecil yang terdampak COVID-19 . Mahfuz mewanti-wanti pemerintah jangan membuat program yang dinilai menghambur-hamburkan uang negara seperti Kartu Prakerja yang menimbulkan pro-kontra.
"Pemerintah perlu fokus pada penguatan ekonomi masyarakat kecil dan jangan sampai ada kebijakan program yang dipersepsi masyarakat sebagai 'buang-buang'. Misalnya program pelatihan Prakerja senilai Rp5 triliun lebih yang bikin heboh sampai KPK turun tangan," ujar mantan Ketua Komisi I DPR RI ini.
Karena itu, dia berharap semua pihak terkonsolidasi dan fokus membantu pemerintah pada upaya mengatasi COVID-19, serta bisa mengelola new normal dengan cermat dan tepat. "Jangan sampai terulang heboh kasus RUU HIP yang malah membelah masyarakat secara politik. Sepertinya DPR sibuk dengan urusannya sendiri sementara pemerintah dan masyarakat sibuk berjuang mengatasi wabah COVID-19," katanya.
Menurut Mahfuz, akibat salah dalam memaknai new normal, angka positif COVID-19 kembali meningkat tajam. Pada Rabu (24/6/2020), tercatat penambahan sebanyak 1.113 kasus, sehingga total kasus positif COVID-19 di Indonesia berjumlah 49.009 orang. Hal itu menunjukkan masih tingginya sumber penularan di masyarakat.(Baca juga: Berikut Data Gugus Tugas Terkait Kasus Positif dan Kematian karena Corona )
Dalam penerapan new normal, Mahfuz menilai pemerintah perlu fokus pada penguatan ekonomi masyarakat kecil yang terdampak COVID-19 . Mahfuz mewanti-wanti pemerintah jangan membuat program yang dinilai menghambur-hamburkan uang negara seperti Kartu Prakerja yang menimbulkan pro-kontra.
"Pemerintah perlu fokus pada penguatan ekonomi masyarakat kecil dan jangan sampai ada kebijakan program yang dipersepsi masyarakat sebagai 'buang-buang'. Misalnya program pelatihan Prakerja senilai Rp5 triliun lebih yang bikin heboh sampai KPK turun tangan," ujar mantan Ketua Komisi I DPR RI ini.
Karena itu, dia berharap semua pihak terkonsolidasi dan fokus membantu pemerintah pada upaya mengatasi COVID-19, serta bisa mengelola new normal dengan cermat dan tepat. "Jangan sampai terulang heboh kasus RUU HIP yang malah membelah masyarakat secara politik. Sepertinya DPR sibuk dengan urusannya sendiri sementara pemerintah dan masyarakat sibuk berjuang mengatasi wabah COVID-19," katanya.
(abd)
Lihat Juga :