Idul Adha Hampir Pasti Beda, Ketum PP Muhammadiyah Minta Masyarakat Bersikap Biasa
Jum'at, 24 Juni 2022 - 09:05 WIB
loading...
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta masyarakat menyikapi potensi perbedaan Idul Adha 1443 H secara biasa. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta masyarakat menyikapi potensi perbedaan Idul Adha 1443H secara biasa. Menurut Haedar, perbedaan di internal umat Islam adalah keniscayaan.
"Kalau misalkan besok ada perbedaan, sikapi saja sebagai hal yang biasa. Dan yang paling penting semua menghayati ibadah kurban dan lebih-lebih di era pandemi," kata Haedar dikutip dalam laman resmi Muhammadiyah, Jumat (24/6/2022).
Haedar mengatakan, potensi perbedaan penetapan hari-hari besar Islam akan selalu terus menerus ada selama belum ada kalender hijriyah yang bersifat global.
Baca juga: Pandji Sindir Muhammadiyah-NU Jauh dari Rakyat, Pemuda Muhammadiyah: Perlu Banyak Baca
"Kita selama belum punya kalender hijriyah internasional yang bersifat global itu memang di banyak kawasan akan sering berbeda," ujar dia.
Meskipun begitu, Haedar tak menginginkan perbedaan Idul Adha menjadi pemicu ketidakharmonisan masyarakat. Dia menyampaikan bahwa concern Muhammadiyah saat ini adalah persatuan bangsa, terutama dalam keragaman suku, agama, ras, dan golongan,
"Bahkan mungkin nanti 2024 yang auranya sudah ada dinamika politik tetap mengutamakan kebersamaan, persatuan dalam perbedaan," tuturnya.
"Kalau misalkan besok ada perbedaan, sikapi saja sebagai hal yang biasa. Dan yang paling penting semua menghayati ibadah kurban dan lebih-lebih di era pandemi," kata Haedar dikutip dalam laman resmi Muhammadiyah, Jumat (24/6/2022).
Haedar mengatakan, potensi perbedaan penetapan hari-hari besar Islam akan selalu terus menerus ada selama belum ada kalender hijriyah yang bersifat global.
Baca juga: Pandji Sindir Muhammadiyah-NU Jauh dari Rakyat, Pemuda Muhammadiyah: Perlu Banyak Baca
"Kita selama belum punya kalender hijriyah internasional yang bersifat global itu memang di banyak kawasan akan sering berbeda," ujar dia.
Meskipun begitu, Haedar tak menginginkan perbedaan Idul Adha menjadi pemicu ketidakharmonisan masyarakat. Dia menyampaikan bahwa concern Muhammadiyah saat ini adalah persatuan bangsa, terutama dalam keragaman suku, agama, ras, dan golongan,
"Bahkan mungkin nanti 2024 yang auranya sudah ada dinamika politik tetap mengutamakan kebersamaan, persatuan dalam perbedaan," tuturnya.
Lihat Juga :