Puncak Kezuhudan Ilmuwan
Rabu, 22 Juni 2022 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Pola hidup sederhana inilah yang membuatnya tak pernah mengalami post-power syndrome seperti banyak dialami mantan-mantan pejabat yang terbiasa dilayani. Kembali ke kampus, beliau mengajar dengan tekun, tanpa terganggu oleh status sebagai pejabat yang pernah disandangnya. Koherensi karakterologis ini terpancar kuat, sehingga tulisan-tulisannya di media dan di buku-bukunya tetap kritis dan tajam seperti biasanya. Kekuatan Prof Faisal Ismail adalah satunya ucapan dengan perbuatan. Sehingga narasi yang mengalir deras dari pemikirannya, jelas dan tegas menjadi ekspresi kejujuran sebagai intelektual. Dunia terus berubah, isu-isu berhamburan setiap saat, tetapi sebagai intelektual Prof Faisal fokus menulis di bidang yang menjadi keahliannya.
Dalam kehidupan sehari-sehari sebagai ayah, mertua dan kakek dari tiga cucunya, Prof. Faisal merupakan gambaran sosok ideal (role model) demokratis. Jarang bahkan teramat sulit menemukan ekspresi kemarahan, selalu halus bertutur, tidak pernah memaksakan kehendak dan lebih banyak memberi keleluasaan pada anak-anak dan cucunya untuk berpendapat dan mengambil sikap. Pola hidup sederhana yang mengalir alami, tidak dibuat-buat.
Puncak kezuhudan memancar sesaat sebelum meninggalkan dunia yang fana. Beliau berdandan rapih, menunaikan shalat ashar dengan memakai kemeja kotak-kotak dan sarung kesayangannya. Usai shalat lantas beliau masuk kamar, dalam posisi tangan seperti sedang takbirotul ihrom. Prof Faisal mengembuskan nafas terakhirnya untuk menghadap Sang Khalik dalam kondisi sangat tenang, damai dan terpancar pesona keikhlasan. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Selamat jalan guru, orang tua sekaligus panutan istimewa.
Baca berita lebih lengkap di e-paper koran-sindo.com
Dalam kehidupan sehari-sehari sebagai ayah, mertua dan kakek dari tiga cucunya, Prof. Faisal merupakan gambaran sosok ideal (role model) demokratis. Jarang bahkan teramat sulit menemukan ekspresi kemarahan, selalu halus bertutur, tidak pernah memaksakan kehendak dan lebih banyak memberi keleluasaan pada anak-anak dan cucunya untuk berpendapat dan mengambil sikap. Pola hidup sederhana yang mengalir alami, tidak dibuat-buat.
Puncak kezuhudan memancar sesaat sebelum meninggalkan dunia yang fana. Beliau berdandan rapih, menunaikan shalat ashar dengan memakai kemeja kotak-kotak dan sarung kesayangannya. Usai shalat lantas beliau masuk kamar, dalam posisi tangan seperti sedang takbirotul ihrom. Prof Faisal mengembuskan nafas terakhirnya untuk menghadap Sang Khalik dalam kondisi sangat tenang, damai dan terpancar pesona keikhlasan. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Selamat jalan guru, orang tua sekaligus panutan istimewa.
Baca berita lebih lengkap di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Lihat Juga :