Ternyata Ini Faktor Penyebab Keberagaman Masyarakat Indonesia

Selasa, 21 Juni 2022 - 07:13 WIB
loading...
Ternyata Ini Faktor...
Faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia bermacam-macam dan penting untuk diketahui. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia bermacam-macam dan penting untuk diketahui. Keberagaman merupakan suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan di berbagai bidang seperti suku bangsa, ras, agama, keyakinan, ideologi politik, sosial budaya, dan ekonomi.

Keberagaman dalam masyarakat Indonesia merupakan anugerah yang patut disyukuri. Pasalnya, mengelola keberagaman di Tanah Air tidaklah mudah.

Luas wilayah negara Indonesia berpengaruh terhadap banyaknya keberagaman yang dimiliki bangsa ini. Ya, Indonesia adalah bangsa yang besar, terdiri atas 34 provinsi dengan ribuan pulau.

Baca juga: Yuk Simak! Peran Pancasila dalam Keberagaman Bangsa



Dilansir dari buku mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Kelas VII SMP/MTS edisi revisi 2017, berikut faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia:

1. Letak strategis wilayah Indonesia

Letak Indonesia yang strategis, yaitu di antara dua Samudra Pasifik dan Samudra Indonesia, serta dua benua Asia dan Australia mengakibatkan wilayah Indonesia menjadi jalur perdagangan internasional. Lalu lintas perdagangan tidak hanya membawa komoditas dagang, namun juga pengaruh kebudayaan mereka terhadap budaya Indonesia.

Kedatangan bangsa asing yang berbeda ras, kemudian menetap di Indonesia mengakibatkan kemajemukkan ras, agama, dan bahasa.

2. Kondisi negara kepulauan

Negara Indonesia terdiri atas berpuluh-puluh ribu pulau secara fisik berpisah- pisah. Keadaan ini menghambat hubungan antar masyarakat dari pulau yang berbeda-beda.

Setiap masyarakat di kepulauan mengembangkan budaya mereka masing-masing, sesuai dengan tingkat kemajuan dan lingkungan masing-masing. Hal ini mengakibatkan perbedaan suku bangsa, bahasa, budaya, serta peranan laki-laki dan perempuan.

Baca: Menag Yaqut Undang Paus Fransiskus Melihat Keberagaman Indonesia

3. Perbedaan kondisi alam

Kondisi alam yang berbeda seperti daerah pantai, pegunungan, daerah subur, padang rumput, pegunungan, dataran rendah, rawa, dan laut mengakibatkan perbedaan masyarakat. Juga kondisi kekayaan alam, tanaman yang dapat tumbuh, hewan yang hidup di sekitarnya.

Masyarakat di daerah pantai berbeda dengan masyarakat pegunungan, seperti perbedaan bentuk rumah, mata pencaharian, makanan pokok, pakaian, kesenian, bahkan kepercayaan.

4. Keadaan transportasi dan komunikasi

Kemajuan sarana transportasi dan komunikasi juga mempengaruhi perbedaan masyarakat Indonesia. Kemudahan sarana ini membawa masyarakat mudah berhubungan dengan masyarakat lain, meskipun jarak dan kondisi alam yang sulit.

Sebaliknya sarana yang terbatas juga menjadi penyebab keberagaman masyarakat Indonesia.

5. Penerimaan masyarakat terhadap perubahan

Sikap masyarakat terhadap sesuatu yang baru baik yang datang dari dalam maupun luar masyarakat membawa pengaruh terhadap perbedaan masyarakat Indonesia. Ada masyarakat yang mudah menerima orang asing atau budaya lain, seperti masyarakat perkotaan.

Namun ada juga sebagian masyarakat tetap bertahan pada budaya sendiri. "Sejak awal Indonesia itu memang sudah plural, dan plural itu sudah menjadi modal kita sejak dari rahim Ibu Pertiwi," kata Staf khusus (Stafsus) Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo kepada SINDOnews, Senin (20/6/2022).

Dia mengatakan, pluralisme bangsa Indonesia sudah ada sejak zaman nenek moyang. "Dan dalam keragaman, kemajemukan itu tidak ada masalah karena kuatnya tradisi dan inkulturasi budaya. Tradisi dan inkulturasi budaya itu ya nampak dalam pembangunan, candi, arsitektur, makanan, tarian, itu kan menunjukkan ketidakseragaman. Mereka bisa menyatu ya karena mengalami yang disebut inkulturasi budaya itu," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesta Babi dan Politik...
'Pesta Babi' dan Politik Identitas
Gibran Sebut 2026 Jadi...
Gibran Sebut 2026 Jadi Tahun Spesial Bagi Harmoni Indonesia: Keberagaman Jadi Kekuatan
Prabowo ke Pihak yang...
Prabowo ke Pihak yang Ganggu Indonesia: Dear Friends Indonesian Are Not Stupid
Kolese Kanisius Gelar...
Kolese Kanisius Gelar Ekskursi Agama 2025 di Majalengka
Menghormati Perbedaan...
Menghormati Perbedaan Tak Serta Merta Runtuhkan Akidah
BNPT Ajak Tokoh Agama...
BNPT Ajak Tokoh Agama Jadikan Keberagaman Benteng Lawan Radikalisme
Pelita Global Mandiri...
Pelita Global Mandiri Wujudkan Harmony in Diversity dengan Sediakan Rumah Ibadah 5 Agama
BNPT dan FKPT Jabar...
BNPT dan FKPT Jabar Tanam Toleransi lewat Aksi Sosial di Subang
Bahasa Kuno yang Tidak...
Bahasa Kuno yang Tidak Diketahui Ditemukan di Turki
Rekomendasi
Dokter Jantung Ungkap...
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Berita Terkini
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved