Sinergi Ormas dan Pemerintah Perlu Diperkuat Menghadapi Tantangan Keberagaman di Indonesia
Minggu, 26 Januari 2025 - 22:11 WIB
loading...
Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hamim Ilyas. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Indonesia sebagai negara dengan keberagaman etnis, budaya, dan agama, memiliki tantangan besar dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Salah satu tantangan tersebut adalah berkembangnya paham sektarian yang bisa memecah belah masyarakat. Paham sektarian sering kali muncul akibat sifat keegoan, dan ketidaktoleranan terhadap perbedaan, yang dapat berujung pada konflik dan kekerasan.
Karena itu, sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan (ormas) sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial dan mengedepankan nilai-nilai keberagaman serta toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hamim Ilyas menyoroti konflik yang terjadi antarormas yang kerap muncul belakangan ini. Menurutnya, organisasi masyarakat maupun organisasi keagamaan harus memiliki visi, misi dan tujuan yang jelas, sehingga memiliki kaderisasi dan pembinaan di dalam internal anggotanya.
"Organisasi yang benar untuk mencapai tujuan itu ada pengkaderan, ada pembinaan anggota, itu dilakukannya, sehingga organisasi itu terus berlanjut," kata Hamim di Yogyakarta, Minggu (26/1/2025).
Selain itu, menurut Hamim, penting bagi pemerintah untuk mengedukasi organisasi keagamaan tentang moderasi beragama dalam mendukung hidup berdampingan dalam kebhinekaan, terutama membangun sumber daya manusia yang moderat dan inklusif. Contohnya dengan mempelajari agama secara komprehensif dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman, sehingga perbedaan (khilafiyah) tidak dipandang sebagai konflik melainkan sebagai rahmat.
"Karena biasanya pemimpin-pemimpin ormasnya itu belajarnya hanya agama saja, ketika belajar agama, tidak paham kehidupan sekarang," kata Dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
"Sebetulnya nggak bisa Al-Quran dan Hadis dipahami secara tekstual, seharusnya dipahami secara utuh, harus dipahami tujuan risalah Islam itu apa," kata Hamim.
Karena itu, sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan (ormas) sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial dan mengedepankan nilai-nilai keberagaman serta toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hamim Ilyas menyoroti konflik yang terjadi antarormas yang kerap muncul belakangan ini. Menurutnya, organisasi masyarakat maupun organisasi keagamaan harus memiliki visi, misi dan tujuan yang jelas, sehingga memiliki kaderisasi dan pembinaan di dalam internal anggotanya.
"Organisasi yang benar untuk mencapai tujuan itu ada pengkaderan, ada pembinaan anggota, itu dilakukannya, sehingga organisasi itu terus berlanjut," kata Hamim di Yogyakarta, Minggu (26/1/2025).
Selain itu, menurut Hamim, penting bagi pemerintah untuk mengedukasi organisasi keagamaan tentang moderasi beragama dalam mendukung hidup berdampingan dalam kebhinekaan, terutama membangun sumber daya manusia yang moderat dan inklusif. Contohnya dengan mempelajari agama secara komprehensif dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman, sehingga perbedaan (khilafiyah) tidak dipandang sebagai konflik melainkan sebagai rahmat.
"Karena biasanya pemimpin-pemimpin ormasnya itu belajarnya hanya agama saja, ketika belajar agama, tidak paham kehidupan sekarang," kata Dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
"Sebetulnya nggak bisa Al-Quran dan Hadis dipahami secara tekstual, seharusnya dipahami secara utuh, harus dipahami tujuan risalah Islam itu apa," kata Hamim.
Lihat Juga :