Pemerintah Siapkan Tenaga Kesehatan Tangani PMK
Jum'at, 17 Juni 2022 - 21:55 WIB
loading...
Seorang dokter hewan menyiapkan vitamin saat memeriksa sapi terduga terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK) di Cisurupan, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/6/2022). Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan tenaga kesehatan terlatih untuk menangani wabah penyakit mulut dan kuku ( PMK ) pada hewan ternak. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah menggelar pelatihan bagi fasilitator atau training of trainers (ToT) untuk menyiapkan tenaga kesehatan hewan, medik paramedik, serta medik veteriner.
Mereka diharapkan mampu melatih dan mengajarkan kepada para tenaga kesehatan lainnya di daerah masing-masing untuk melaksanakan vaksinasi massal di daerah yang sudah ditentukan untuk mencegah wabah PMK. "Dalam bimtek tersebut dihadirkan pakar dari produsen vaksin yang akan digunakan di Indonesia untuk memberikan informasi tentang vaksin dan penerapannya," kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri, Jumat (17/6/2022).
Peternak juga akan diberikan pemahaman mengenai mekanisme pendataan ternak yang sekaligus digunakan untuk penandaan ternak pascavaksinasi dan sebagai pembekalan petugas vaksinasi. Kepada peternak juga ditekankan soal pentingnya penerapan pertahanan pertama untuk pengendalian wabah atau biosecurity sederhana pada saat vaksinasi untuk menghindari kemungkinan petugas menjadi pemicu penyebaran penyakit yang lebih luas. "Upaya ini sebagai usaha pemerintah untuk meningkatkan skill petugas vaksinasi di lapangan," tuturnya.
Baca juga: Kementan Kejar Penyuntikan 800.000 Vaksin PMK Sebelum Iduladha
Mereka diharapkan mampu melatih dan mengajarkan kepada para tenaga kesehatan lainnya di daerah masing-masing untuk melaksanakan vaksinasi massal di daerah yang sudah ditentukan untuk mencegah wabah PMK. "Dalam bimtek tersebut dihadirkan pakar dari produsen vaksin yang akan digunakan di Indonesia untuk memberikan informasi tentang vaksin dan penerapannya," kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri, Jumat (17/6/2022).
Peternak juga akan diberikan pemahaman mengenai mekanisme pendataan ternak yang sekaligus digunakan untuk penandaan ternak pascavaksinasi dan sebagai pembekalan petugas vaksinasi. Kepada peternak juga ditekankan soal pentingnya penerapan pertahanan pertama untuk pengendalian wabah atau biosecurity sederhana pada saat vaksinasi untuk menghindari kemungkinan petugas menjadi pemicu penyebaran penyakit yang lebih luas. "Upaya ini sebagai usaha pemerintah untuk meningkatkan skill petugas vaksinasi di lapangan," tuturnya.
Baca juga: Kementan Kejar Penyuntikan 800.000 Vaksin PMK Sebelum Iduladha
Lihat Juga :