Muhibah Jalur Rempah 2022 Pertemukan 4 Kesultanan Maluku Kie Raha
Jum'at, 17 Juni 2022 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Sultan Jailolo Ahmad Sjah mengapresiasi Muhibah Budaya Jalur Rempah ini. “Apresiasi kami kepada Pak Dirjen karena telah mengimplementasikan masing-masing kerajaan. Terima kasih dengan agenda ini, kerajaan-kerajaan akhirnya bisa hadir, dan merepresentasikan budayanya,” kata Ahmad Sjah.
“Di Tidore ini, kami berterima kasih dengan agenda Muhibah Budaya Jalur Rempah ini yang mempertemukan kita semua. Inilah yang jarang sekali terjadi, kami akhirnya duduk di meja bersama, momen yang jarang sekali terjadi, empat kerajaan ini duduk bersama,” tambah Iskandar S Alting, Jou Mayor Kesultanan Tidore.
Hilmar Farid mengapresiasi agenda yang dihelat di lokasi bersejarah penghasil rempah ini dengan menyatukan para raja. Dia mengingatkan bahwa upaya yang kini sedang dilakukan pemerintah pusat perlu dibantu setiap elemen masyarakat, termasuk empat kerajaan ini. Baca juga: Spesifikasi KRI Dewaruci, Kapal Layar Latih TNI AL yang 2 Kali Muhibah Keliling Dunia
“Ini satu program penting, bahwa nanti dari kesultanan bisa menceritakan kisah-kisah sejarah dan berbagai hal pada anak-anak sekolah, dan ini sedang dirancang. Kita sedang merancang muatan lokal dalam pendidikan, sejarah budaya, dan muatan adat, kesenian, tradisi kita ini menjadi bagian gaya hidup anak-anak kita, sehari-hari. Bahwa nanti akan diperlukan fasilitas, hanya akan mungkin jika energi ini bisa tertancap dan diteruskan dengan semangat yang sudah kita bangun ini,” jelasnya.
Maluku Kie Raha merupakan istilah untuk menyebut empat kerajaan di Maluku pada zaman bahari yang sangat berpengaruh secara politis dan ketatanegaraan, yaitu Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Sebagai sebuah titik penting dalam jalur pelayaran rempah, kehadiran orang asing (Jawa, Cina, Arab, dan Eropa) pada abad ke-14-17 yang membawa budaya dan bahasanya serta berinteraksi dengan budaya lokal dengan membentuk budaya.
Sejarawan Adrian B Lapian, menyebutkan Mpu Prapanca dalam Negarakertagama pada 1365 menulis tentang Maloko yang dapat disamakan dengan Ternate. Namun, Maluku untuk selanjutnya diterima sebagai konfederasi Maluku Kie Raha yang merupakan empat gunung di Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan.
“Di Tidore ini, kami berterima kasih dengan agenda Muhibah Budaya Jalur Rempah ini yang mempertemukan kita semua. Inilah yang jarang sekali terjadi, kami akhirnya duduk di meja bersama, momen yang jarang sekali terjadi, empat kerajaan ini duduk bersama,” tambah Iskandar S Alting, Jou Mayor Kesultanan Tidore.
Hilmar Farid mengapresiasi agenda yang dihelat di lokasi bersejarah penghasil rempah ini dengan menyatukan para raja. Dia mengingatkan bahwa upaya yang kini sedang dilakukan pemerintah pusat perlu dibantu setiap elemen masyarakat, termasuk empat kerajaan ini. Baca juga: Spesifikasi KRI Dewaruci, Kapal Layar Latih TNI AL yang 2 Kali Muhibah Keliling Dunia
“Ini satu program penting, bahwa nanti dari kesultanan bisa menceritakan kisah-kisah sejarah dan berbagai hal pada anak-anak sekolah, dan ini sedang dirancang. Kita sedang merancang muatan lokal dalam pendidikan, sejarah budaya, dan muatan adat, kesenian, tradisi kita ini menjadi bagian gaya hidup anak-anak kita, sehari-hari. Bahwa nanti akan diperlukan fasilitas, hanya akan mungkin jika energi ini bisa tertancap dan diteruskan dengan semangat yang sudah kita bangun ini,” jelasnya.
Maluku Kie Raha merupakan istilah untuk menyebut empat kerajaan di Maluku pada zaman bahari yang sangat berpengaruh secara politis dan ketatanegaraan, yaitu Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Sebagai sebuah titik penting dalam jalur pelayaran rempah, kehadiran orang asing (Jawa, Cina, Arab, dan Eropa) pada abad ke-14-17 yang membawa budaya dan bahasanya serta berinteraksi dengan budaya lokal dengan membentuk budaya.
Sejarawan Adrian B Lapian, menyebutkan Mpu Prapanca dalam Negarakertagama pada 1365 menulis tentang Maloko yang dapat disamakan dengan Ternate. Namun, Maluku untuk selanjutnya diterima sebagai konfederasi Maluku Kie Raha yang merupakan empat gunung di Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan.
Lihat Juga :