Lagi, Presiden Ingatkan Krisis Pangan dan Energi
Senin, 13 Juni 2022 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Sejumlah tantangan pun harus dihadapi depan mata akibat kenaikan harga pangan ini. Yang paling nyata adalah imbas ke masalah inflasi yang di beberapa negara sudah melonjak sangat tinggi.
Sebagai contoh, di Amerika Serikat (AS) yang baisanya tingkat inflasi hanya di kisaran 1%, kini sudah mencapai 8,3%. Level inflasi itu merupakan yang tertingi di Negeri Paman Sam dalam 41 tahun terakhir.
Salah satu yang paling ekstrem terjadi di Turki di mana laju infasi mencapai 36,1%, tertinggi dalam 19 tahun. Sementara di Indonesia, pada Mei 2022 mencapai 3,55%, tertinggi sejak 2017 silam.
Dalam pidato di hadapan anggota Hipmi, Jokowi juga mengungkapkan saat ini diperkirakan ada 60 negara yang akan mengalami kesulitan keuangan maupun ekonomi, dan diperkirakan mereka akan menjadi negara gagal kalau tidak bisa segera mengatasi ekonominya.
Untuk itu Presiden mengingatkan kepada seluruh undangan yang hadir agar jangan sampai kondisi ini disebut sebagai hal yang normal. Sehingga perlu upaya khusus agar perekonomian tetap bisa bergeran dan inflasi terkendali.
Jokowi mengakui bahwa masalah besar saat ini ada di dua sektor ekonomi. Pertama terkait kenaikan harga energi, dan yang kedua kenaikan harga pangan. Khusus untuk komoditas pangan, penyebabnya karena sejumlah negara mulai mengetatkan ekspor mereka sehingga tersendatnya pasokan ke negara-negara yang biasanya mendatangkan bahan pangan dari luar negeri.
Sebagai contoh, di Amerika Serikat (AS) yang baisanya tingkat inflasi hanya di kisaran 1%, kini sudah mencapai 8,3%. Level inflasi itu merupakan yang tertingi di Negeri Paman Sam dalam 41 tahun terakhir.
Salah satu yang paling ekstrem terjadi di Turki di mana laju infasi mencapai 36,1%, tertinggi dalam 19 tahun. Sementara di Indonesia, pada Mei 2022 mencapai 3,55%, tertinggi sejak 2017 silam.
Dalam pidato di hadapan anggota Hipmi, Jokowi juga mengungkapkan saat ini diperkirakan ada 60 negara yang akan mengalami kesulitan keuangan maupun ekonomi, dan diperkirakan mereka akan menjadi negara gagal kalau tidak bisa segera mengatasi ekonominya.
Untuk itu Presiden mengingatkan kepada seluruh undangan yang hadir agar jangan sampai kondisi ini disebut sebagai hal yang normal. Sehingga perlu upaya khusus agar perekonomian tetap bisa bergeran dan inflasi terkendali.
Jokowi mengakui bahwa masalah besar saat ini ada di dua sektor ekonomi. Pertama terkait kenaikan harga energi, dan yang kedua kenaikan harga pangan. Khusus untuk komoditas pangan, penyebabnya karena sejumlah negara mulai mengetatkan ekspor mereka sehingga tersendatnya pasokan ke negara-negara yang biasanya mendatangkan bahan pangan dari luar negeri.
Lihat Juga :