Pentingnya Ilmu Psikologi dalam Kehidupan Manusia
Sabtu, 11 Juni 2022 - 08:34 WIB
loading...
A
A
A
Dalam buku Psikologi, Pengantar untuk Pemula yang ditulis oleh Gillian Butler & Freda McManus diuraikan, psikologi, sebagaimana yang didefinisikan oleh William James, adalah ilmu mengenai pikiran. Sampai di sini, maka merupakan hal yang tidak mungkin mempelajari otak manusia yang hidup secara langsung, sehingga para psikolog mempelajari perilaku kita, dan mempergunakan pengamatan mereka untuk menarik hipotesis mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di dalam pikiran mereka. Saat ini, pengetahuan kita mengenai cara kerja otak telah bertambah, dan menyediakan sebuah dasar ilmiah untuk memahami beberapa aspek dari kehidupan mental kita.
Hal ini mengasyikkan. Namun masih terdapat banyak hal lain yang belum terungkap sebelum kita mengklaim mampu untuk menjelaskan variasi-variasi di dalam pengalaman dan ekspresi mengenai harapan, ketakutan, dan keinginan kita, atau di dalam perilaku kita pada berbagai macam pengalaman yang sangat beragam, seperti saat melahirkan dan menonton sebuah pertandingan sepak bola (halaman 14).
Mempelajari ilmu psikologi tentu ada kendalanya. Menurut penulis buku ini, sebuah kesulitan yang melekat di dalam mempelajari ilmu psikologi adalah bahwa fakta-fakta ilmiah harus bersifat objektif dan bisa dibuktikan, namun cara kerja otak tidak bisa diamati layaknya sebuah mesin. Para ilmuwan hanya bisa mempelajarinya dalam detail karena mereka telah mengembangkan sejumlah teknik khusus yang cerdik, beberapa darinya akan dijelaskan dalam buku ini.
Dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut hanya bisa dipersepsikan secara tidak langsung, dan harus ditarik kesimpulannya dari apa yang kita bisa amati. Usaha dari ilmu psikologi mirip layaknya keterlibatan dalam permainan teka-teki silang. Ia melibatkan evaluasi dan interpretasi terhadap petunjuk-petunjuk yang tersedia, dan mempergunakan apa yang telah Anda ketahui untuk menyelesaikannya (halaman 16).
Apakah psikologi termasuk ilmu sains? Dalam buku ini dipaparkan, pernah dikatakan bahwa ilmu psikologi bukanlah sebuah sains karena tidak terdapat paradigma tunggal yang mengaturnya atau prinsip-prinsip teoretis yang mendasarinya. Sebaliknya, ilmu psikologi terdiri dari banyak aliran pemikiran yang terpisah satu sama lain. Meskipun begitu, fitur dari ilmu psikologi mungkin tak terelakkan karena problem-problem yang terdapat pada subjeknya. Pada praktiknya, terdapat pertimbangan mengenai pendekatan yang saling tumpang tindih di antara cabang-cabang ilmu psikologi yang berbeda sebagaimana di antara ilmu psikologi dan bidang ilmu yang berkaitan dengannya.
Terbitnya buku ini layak diapresiasi dan dapat dijadikan salah satu rujukan penting bagi para mahasiswa, dosen, dan mereka yang terjun di dunia pendidikan.
Hal ini mengasyikkan. Namun masih terdapat banyak hal lain yang belum terungkap sebelum kita mengklaim mampu untuk menjelaskan variasi-variasi di dalam pengalaman dan ekspresi mengenai harapan, ketakutan, dan keinginan kita, atau di dalam perilaku kita pada berbagai macam pengalaman yang sangat beragam, seperti saat melahirkan dan menonton sebuah pertandingan sepak bola (halaman 14).
Mempelajari ilmu psikologi tentu ada kendalanya. Menurut penulis buku ini, sebuah kesulitan yang melekat di dalam mempelajari ilmu psikologi adalah bahwa fakta-fakta ilmiah harus bersifat objektif dan bisa dibuktikan, namun cara kerja otak tidak bisa diamati layaknya sebuah mesin. Para ilmuwan hanya bisa mempelajarinya dalam detail karena mereka telah mengembangkan sejumlah teknik khusus yang cerdik, beberapa darinya akan dijelaskan dalam buku ini.
Dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut hanya bisa dipersepsikan secara tidak langsung, dan harus ditarik kesimpulannya dari apa yang kita bisa amati. Usaha dari ilmu psikologi mirip layaknya keterlibatan dalam permainan teka-teki silang. Ia melibatkan evaluasi dan interpretasi terhadap petunjuk-petunjuk yang tersedia, dan mempergunakan apa yang telah Anda ketahui untuk menyelesaikannya (halaman 16).
Apakah psikologi termasuk ilmu sains? Dalam buku ini dipaparkan, pernah dikatakan bahwa ilmu psikologi bukanlah sebuah sains karena tidak terdapat paradigma tunggal yang mengaturnya atau prinsip-prinsip teoretis yang mendasarinya. Sebaliknya, ilmu psikologi terdiri dari banyak aliran pemikiran yang terpisah satu sama lain. Meskipun begitu, fitur dari ilmu psikologi mungkin tak terelakkan karena problem-problem yang terdapat pada subjeknya. Pada praktiknya, terdapat pertimbangan mengenai pendekatan yang saling tumpang tindih di antara cabang-cabang ilmu psikologi yang berbeda sebagaimana di antara ilmu psikologi dan bidang ilmu yang berkaitan dengannya.
Terbitnya buku ini layak diapresiasi dan dapat dijadikan salah satu rujukan penting bagi para mahasiswa, dosen, dan mereka yang terjun di dunia pendidikan.
Lihat Juga :