Lomba Tanpa Garis Finis
Jum'at, 10 Juni 2022 - 17:02 WIB
loading...
A
A
A
Dengan berbagai cara orang akan berupaya maksimal untuk mendapatkan follower dan like yang sudah menjadi kebutuhan paling pokok demi unjuk eksistensi diri. Orang-orang yang terkenal sebelum era media sosial pun ramai-ramai bermigrasi ke jagat medsos––begitu sebutan populer media sosial––supaya tidak ketinggalan zaman. Ada yang sukses dan menjadi semakin moncer di medsos, tetapi banyak juga yang gagal.
Terkenal dengan follower jutaan di media sosial sudah menjadi impian anak-anak muda zaman sekarang. Tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, belajar mati-matian, kerja keras untuk menjadi terkenal seperti pendahulunya. Teknologi digital memberi jalan pintas kepada siapa saja untuk mencapai level ketenaran seseorang tanpa harus melalui jalur-jalur tradisional yang susah payah dilalui para pendahulunya. Artinya sukses, terkenal, tajir, kaya-raya tak perlu menunggu lama. Medsoslah jalurnya.
Karena semakin banyaknya orang ingin terkenal dan kaya di dunia maya, persaingan di medsos juga sangat ketat, keras, terjal, dan berliku. Banyak yang sukses, tetapi tidak sedikit yang gagal. Celakanya kegagalan-kegagalan itu jarang diceritakan. Yang ada hanya sukses, terkenal, dan kaya. Itulah yang terpatri di kalangan anak-anak muda.
Memang tidak semua pengguna medsos demikian. Ada yang memosisikan medsos sebagai alat bantu dalam beraktivitas, belajar, bekerja, atau berwirausaha menawarkan produknya. Tapi kebanyakan berpandangan medsos adalah segalanya.
Karena itu harus sukses dengan cara mencari follower dan like sebanyak mungkin dengan membuat konten yang menarik. Menarik menurut algoritma mesin medsos belum tentu sesuai dengan budaya masyarakat. Karena mesin algoritma di medsos tidak memiliki perasaan dan hati yang bisa memproteksi diri dari perbuatan yang di luar asas kepantasan manusia.
Terkenal dengan follower jutaan di media sosial sudah menjadi impian anak-anak muda zaman sekarang. Tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, belajar mati-matian, kerja keras untuk menjadi terkenal seperti pendahulunya. Teknologi digital memberi jalan pintas kepada siapa saja untuk mencapai level ketenaran seseorang tanpa harus melalui jalur-jalur tradisional yang susah payah dilalui para pendahulunya. Artinya sukses, terkenal, tajir, kaya-raya tak perlu menunggu lama. Medsoslah jalurnya.
Karena semakin banyaknya orang ingin terkenal dan kaya di dunia maya, persaingan di medsos juga sangat ketat, keras, terjal, dan berliku. Banyak yang sukses, tetapi tidak sedikit yang gagal. Celakanya kegagalan-kegagalan itu jarang diceritakan. Yang ada hanya sukses, terkenal, dan kaya. Itulah yang terpatri di kalangan anak-anak muda.
Memang tidak semua pengguna medsos demikian. Ada yang memosisikan medsos sebagai alat bantu dalam beraktivitas, belajar, bekerja, atau berwirausaha menawarkan produknya. Tapi kebanyakan berpandangan medsos adalah segalanya.
Karena itu harus sukses dengan cara mencari follower dan like sebanyak mungkin dengan membuat konten yang menarik. Menarik menurut algoritma mesin medsos belum tentu sesuai dengan budaya masyarakat. Karena mesin algoritma di medsos tidak memiliki perasaan dan hati yang bisa memproteksi diri dari perbuatan yang di luar asas kepantasan manusia.
Lihat Juga :