BRIN: Penetapan Hari Raya Idul Adha 1443 H Berpotensi Terjadi Perbedaan
Senin, 06 Juni 2022 - 05:13 WIB
loading...
BRIN memprediksi Idul Adha 1443 Hijriah atau Hari Raya Kurban berpotensi terjadi perbedaan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi Idul Adha 1443 Hijriah atau Hari Raya Kurban berpotensi terjadi perbedaan yakni 9 Juli dan 10 Juli 2022.
Diketahui, PP Muhammadiyah telah menetapkan 10 Dzulhijjah 1443 Hijriyah atau Hari Idul Adha bertepatan 9 Juli 2022. Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) terlebih dahulu akan melakukan sidang itsbat.
“Ada beberapa pihak bertanya, apakah Idul Adha 1443 seperti yang tercantum di kalender, Sabtu 9 Juli 2022? Idul Adha kali ini ada potensi perbedaan, 9 Juli dan 10 Juli 2022,” ungkap Peneliti ahli utama di Pusat Riset dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin dikutip lewat laman pribadinya, Senin (6/6/2022).
Baca juga: Berkurban dengan Hewan Cacat? Ini Fatwa MUI
Sementara itu, Thomas yang juga anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Indonesia, Kemenag mengatakan perbedaan jatuhnya Idul Adha 1443 H terlihat dari analisis garis tanggalnya. “Analisis garis tanggal bisa menjelaskan potensi perbedaan itu. Garis tanggal dibuat dengan menggunakan kriteria yang berlaku di masyarakat.”
Saat ini, kata Thomas, ada dua kriteria utama yang digunakan di Indonesia yakni, kriteria Wujudul Hilal dan kriteria baru MABIMS. Kriteria Wujudul Hilal yang digunakan Muhammadiyah mendasarkan pada kondisi bulan lebih lambat terbenamnya daripada matahari.
Diketahui, PP Muhammadiyah telah menetapkan 10 Dzulhijjah 1443 Hijriyah atau Hari Idul Adha bertepatan 9 Juli 2022. Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) terlebih dahulu akan melakukan sidang itsbat.
“Ada beberapa pihak bertanya, apakah Idul Adha 1443 seperti yang tercantum di kalender, Sabtu 9 Juli 2022? Idul Adha kali ini ada potensi perbedaan, 9 Juli dan 10 Juli 2022,” ungkap Peneliti ahli utama di Pusat Riset dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin dikutip lewat laman pribadinya, Senin (6/6/2022).
Baca juga: Berkurban dengan Hewan Cacat? Ini Fatwa MUI
Sementara itu, Thomas yang juga anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Indonesia, Kemenag mengatakan perbedaan jatuhnya Idul Adha 1443 H terlihat dari analisis garis tanggalnya. “Analisis garis tanggal bisa menjelaskan potensi perbedaan itu. Garis tanggal dibuat dengan menggunakan kriteria yang berlaku di masyarakat.”
Saat ini, kata Thomas, ada dua kriteria utama yang digunakan di Indonesia yakni, kriteria Wujudul Hilal dan kriteria baru MABIMS. Kriteria Wujudul Hilal yang digunakan Muhammadiyah mendasarkan pada kondisi bulan lebih lambat terbenamnya daripada matahari.
Lihat Juga :