Pandemi COVID-19 Masuk Kategori Indeks Kerawanan Pilkada
Selasa, 23 Juni 2020 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Afifuddin mengungkapkan dakam konteks kerawanan sosial ada 221 kabupaten/kota yang masuk kategori tinggi dan 40 status sedang. Daerah-daerah itu, antara lain, Kabupaten Kotabaru, Manokwari Selatan, Sleman, Kaimana, Nabire, Dharmasraya, dan Pekalongan.
Sementara itu, ada 211 kabupaten/kota yang masuk kategori kerawanan tinggi dalam konteks politik. Lalu, 50 daerah masuk katagori sedang. Daerah-daerah itu, antara lain, Kabupaten Manokwari Selatan, Sijunjung, Lamongan, Mamuju, Klaten, Sukaharjo, serta Kota Makassar dan Sungai Penuh.
Afifuddin menuturkan ada 117 kabupaten/kota yang masuk katagori kerawanan tinggi dalam konteks infrastruktur. Daerah-daerah yang masuk dalam katagori ini, seperti Kabupaten Manokwari Selatan, Supiori, Kota Solok, Sijunjung, Kepulauan Meranti, Memberamo Raya, Agam, Siak, dan Kotabaru.
Secara khusus, Bawaslu memprediksi banyak daerah yang tingkat kerawanannya akan meningkatkan karena pagebluk COVID-19. Banyak hal yang menyebabkan itu, seperti anggaran pilkada dan data yang terpapar COVID-19, dukungan pemerintah daerah, resistensi masyarakat, dan hambatan dalam pengawasan. (Baca juga: Menko Luhut Sebut TKA China Akan Masuk Lagi ke Indonesia Bulan Juni )
Ada 117 masuk katagori kerawanan tingkat tinggi dan 144 sedang. Daerah yang masuk katagori, antara lain, Kabupaten Manokwari Selatan, Supiori, Kota Solok, Sijunjung, Kepulauan Meranti, Malinau, Morowali Utara, Memberamo Raya, Agam, Siak, dan Kotabaru. “Dalam konteks pandemi, kami petakan untuk diantisipasi,” pungkasnya.
Sementara itu, ada 211 kabupaten/kota yang masuk kategori kerawanan tinggi dalam konteks politik. Lalu, 50 daerah masuk katagori sedang. Daerah-daerah itu, antara lain, Kabupaten Manokwari Selatan, Sijunjung, Lamongan, Mamuju, Klaten, Sukaharjo, serta Kota Makassar dan Sungai Penuh.
Afifuddin menuturkan ada 117 kabupaten/kota yang masuk katagori kerawanan tinggi dalam konteks infrastruktur. Daerah-daerah yang masuk dalam katagori ini, seperti Kabupaten Manokwari Selatan, Supiori, Kota Solok, Sijunjung, Kepulauan Meranti, Memberamo Raya, Agam, Siak, dan Kotabaru.
Secara khusus, Bawaslu memprediksi banyak daerah yang tingkat kerawanannya akan meningkatkan karena pagebluk COVID-19. Banyak hal yang menyebabkan itu, seperti anggaran pilkada dan data yang terpapar COVID-19, dukungan pemerintah daerah, resistensi masyarakat, dan hambatan dalam pengawasan. (Baca juga: Menko Luhut Sebut TKA China Akan Masuk Lagi ke Indonesia Bulan Juni )
Ada 117 masuk katagori kerawanan tingkat tinggi dan 144 sedang. Daerah yang masuk katagori, antara lain, Kabupaten Manokwari Selatan, Supiori, Kota Solok, Sijunjung, Kepulauan Meranti, Malinau, Morowali Utara, Memberamo Raya, Agam, Siak, dan Kotabaru. “Dalam konteks pandemi, kami petakan untuk diantisipasi,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :