Kesehatan Lansia Perlu Perhatian Khusus di Masa Normal Baru
Selasa, 23 Juni 2020 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, terutama keluarga, untuk memastikan perlindungan terhadap lansia, apalagi dalam masa pandemi dan tatanan new normal.
Sementara itu, Menteri PPPA Periode 2009-2014 Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, selain dari sisi kesehatan, hal-hal yang perlu diperhatikan atau diantisipasi adalah masalah sosial ekonomi. Lansia juga harus mendapatkan akses dalam hal edukasi dan pendampingan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan new normal ini. (Baca juga:
"Saat masa pandemi begitu pun di era new normal, mereka harus tetap berada di rumah karena termasuk kelompok yang sangat rentan terpapar Covid-19. Karena itu, ini sebagai momentum untuk menyosialisasikan Gerakan Sayangi Lansia (GSL) secara lebih masif," ujar Linda Gumelar. (Baca juga: Update Corona 22 Juni 2020: 46.845 Positif, 18.735 Sembuh, dan 2.500 Meninggal ).
Hal lainnya yang tak kalah penting adalah mengubah cara pandang masyarakat bahwa lansia bukanlah beban keluarga, tetapi potensi pembangunan bila mereka dipenuhi hak-haknya dan mengoptimalisasi potensi yang dimiliki lansia. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan peran dari lansia itu sendiri, keluarga, dan lingkungannya.
"Saya berpesan kepada seluruh lansia di Indonesia agar tetap optimis dengan perubahan pola hidup di era new normal ini dengan tetap melakukan aktivitas positif yang sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19," ujarnya.
Sementara itu, Menteri PPPA Periode 2009-2014 Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, selain dari sisi kesehatan, hal-hal yang perlu diperhatikan atau diantisipasi adalah masalah sosial ekonomi. Lansia juga harus mendapatkan akses dalam hal edukasi dan pendampingan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan new normal ini. (Baca juga:
"Saat masa pandemi begitu pun di era new normal, mereka harus tetap berada di rumah karena termasuk kelompok yang sangat rentan terpapar Covid-19. Karena itu, ini sebagai momentum untuk menyosialisasikan Gerakan Sayangi Lansia (GSL) secara lebih masif," ujar Linda Gumelar. (Baca juga: Update Corona 22 Juni 2020: 46.845 Positif, 18.735 Sembuh, dan 2.500 Meninggal ).
Hal lainnya yang tak kalah penting adalah mengubah cara pandang masyarakat bahwa lansia bukanlah beban keluarga, tetapi potensi pembangunan bila mereka dipenuhi hak-haknya dan mengoptimalisasi potensi yang dimiliki lansia. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan peran dari lansia itu sendiri, keluarga, dan lingkungannya.
"Saya berpesan kepada seluruh lansia di Indonesia agar tetap optimis dengan perubahan pola hidup di era new normal ini dengan tetap melakukan aktivitas positif yang sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :