Kenang Sosok Buya Syafii Maarif, Gus Mus: Beliau Seorang Waliyullah
Sabtu, 28 Mei 2022 - 10:40 WIB
loading...
Ulama kharismatik NU KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengungkapkan kesedihan atas wafatnya mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, Jumat (27/5/2022). Foto/Okezone
A
A
A
JAKARTA - Ulama kharismatik Nahdlaltul Ulama (NU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengungkapkan kesedihan atas wafatnya mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif , Jumat (27/5/2022). Mengenang sang sahabat, Gus Mus tampak terbata-bata berbicara.
“Saya sangat sulit berbicara karena beberapa waktu yang lalu kami masih kontak dengan beliau, saya secara pribaditerus memupuk persaudaraan yang kita mulai sejak lama,” ujar Gus Mus ketika didapuk untuk berbicara tentang sahabatnya itu dalam Takziyah Virtual PP Muhammadiyah untuk Buya Syafii Maarif dikutip dari tvMUchannel, Sabtu (28/5/2022). Baca juga: Sekum MUI Kenang Buya Syafii Maarif Sosok Bijaksana dan Sederhana
Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Tholibin, Rembang, Jawa Timur menuturkan pernah satu kemah ketika menunaikan ibadah haji bersama Buya Syafii Maarif. Dia mengaku mengagumi kesederhanaan Buya Syafii Maarif yang terus dipelihara sampai akhir hayatnya.
“Orang mau sikap sederhana mudah, bersikap jujur juga mudah, mempunyai tekad perjuangan untuk agama dan bangsa itu mudah. Yang sulit adalah terus bersikap seperti itu, dalam bahasa kia disebut istikamah,” kenangya.
“Saya sangat sulit berbicara karena beberapa waktu yang lalu kami masih kontak dengan beliau, saya secara pribaditerus memupuk persaudaraan yang kita mulai sejak lama,” ujar Gus Mus ketika didapuk untuk berbicara tentang sahabatnya itu dalam Takziyah Virtual PP Muhammadiyah untuk Buya Syafii Maarif dikutip dari tvMUchannel, Sabtu (28/5/2022). Baca juga: Sekum MUI Kenang Buya Syafii Maarif Sosok Bijaksana dan Sederhana
Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Tholibin, Rembang, Jawa Timur menuturkan pernah satu kemah ketika menunaikan ibadah haji bersama Buya Syafii Maarif. Dia mengaku mengagumi kesederhanaan Buya Syafii Maarif yang terus dipelihara sampai akhir hayatnya.
“Orang mau sikap sederhana mudah, bersikap jujur juga mudah, mempunyai tekad perjuangan untuk agama dan bangsa itu mudah. Yang sulit adalah terus bersikap seperti itu, dalam bahasa kia disebut istikamah,” kenangya.
Lihat Juga :