Cerita Haedar Nashir soal Pesan Terakhir dan Air Mata Buya Syafii Maarif
Jum'at, 27 Mei 2022 - 13:59 WIB
loading...
Haedar Nashir (kanan) mengungkapkan Buya Syafii Maarif menyampaikan dua pesan dalam pertemuan terakhir dengannya tiga hari lalu. Foto/muhammadiyah.or.id
A
A
A
JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif meninggal. Kepergiannya menorehkan duka yang mendalam bagi keluarga besar Muhammadiyah serta Indonesia. Sebagai tokoh besar, Buya Syafii, begitu dia akrab disapa, telah banyak mencurahkan ide, gagasan, dan pemikirannya untuk kemajuan Muhammadiyah , Islam, dan Indonesia.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang menginformasikan wafatnya sang tokoh bangsa teringat pertemuan terakhirnya dengan Buya Syafii tiga hari lalu. “Tiga hari yang lalu saya ke sini juga beliau masih bisa ngobrol dengan bagus tetapi memang pernafasannya berat,” ujar Haedar, dikutip dari muhammadiyah.or.id, Jumat (27/5/2022).
Baca juga: Buya Ahmad Syafii Maarif Meninggal, Indonesia Berduka
Dalam pertemuan di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta itu, Buya Syafii sempat menitipkan dua pesan kepada Haedar. Pertama, Buya Syafii mengingatkan agar selalu menjaga keutuhan bangsa, keutuhan Muhammadiyah, dan keutuhan umat Islam. Kedua, dia meminta agar Haedar mau berdoa bersamanya.
Bagi Haedar, permintaan yang kedua itu tidak biasa. Dia sering mengunjungi tokoh kelahiran Minangkabau tersebut, tetapi belum pernah meminta untuk melakukan doa bersama.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang menginformasikan wafatnya sang tokoh bangsa teringat pertemuan terakhirnya dengan Buya Syafii tiga hari lalu. “Tiga hari yang lalu saya ke sini juga beliau masih bisa ngobrol dengan bagus tetapi memang pernafasannya berat,” ujar Haedar, dikutip dari muhammadiyah.or.id, Jumat (27/5/2022).
Baca juga: Buya Ahmad Syafii Maarif Meninggal, Indonesia Berduka
Dalam pertemuan di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta itu, Buya Syafii sempat menitipkan dua pesan kepada Haedar. Pertama, Buya Syafii mengingatkan agar selalu menjaga keutuhan bangsa, keutuhan Muhammadiyah, dan keutuhan umat Islam. Kedua, dia meminta agar Haedar mau berdoa bersamanya.
Bagi Haedar, permintaan yang kedua itu tidak biasa. Dia sering mengunjungi tokoh kelahiran Minangkabau tersebut, tetapi belum pernah meminta untuk melakukan doa bersama.
Lihat Juga :