Cerita Haedar Nashir soal Pesan Terakhir dan Air Mata Buya Syafii Maarif
Jum'at, 27 Mei 2022 - 13:59 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak biasanya buya itu kan orangnya santai gitu biarpun kami selalu ketika menjenguk orang sakit kewajiban kami mendoakan beliau malah yang meminta sendiri untuk mendoakan beliau sehingga kami berdoa bersama beliau,” terangnya.
Saat itulah, Haedar menyaksikan air mata Buya Syafii meleleh. “Saya menyaksikan air matanya berlinang dan itulah percakapan kami yang terakhir,” kata Haedar.
Sehari sebelum meninggal, Buya Syafii juga masih sempat berkomunikasi dengan Haedar lewat aplikasi perpesanan whatsapp. ”Satu hari sebelum ini itu saya ber-WA, beliau menjawab bahwa saya sudah menerima keadaan ini dan dengan pasrah dan kami percaya dengan tim dokter RS PKU Muhammadiyah Gamping,” kata Haedar.
Menurut Haedar, Buya Syafii sudah hampir sebulan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Sempat kembali ke rumah, dua minggu yang lalu beliau harus kembali masuk RS karena kondisinya melemah.
Saat itulah, Haedar menyaksikan air mata Buya Syafii meleleh. “Saya menyaksikan air matanya berlinang dan itulah percakapan kami yang terakhir,” kata Haedar.
Sehari sebelum meninggal, Buya Syafii juga masih sempat berkomunikasi dengan Haedar lewat aplikasi perpesanan whatsapp. ”Satu hari sebelum ini itu saya ber-WA, beliau menjawab bahwa saya sudah menerima keadaan ini dan dengan pasrah dan kami percaya dengan tim dokter RS PKU Muhammadiyah Gamping,” kata Haedar.
Menurut Haedar, Buya Syafii sudah hampir sebulan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Sempat kembali ke rumah, dua minggu yang lalu beliau harus kembali masuk RS karena kondisinya melemah.
Lihat Juga :