Makna Oligarki dan Ciri-cirinya, Indonesia Termasuk Tipe Mana?

Senin, 23 Mei 2022 - 08:35 WIB
loading...
A A A
Dari ciri-ciri itu, Winters menggolongkan empat tipe oligarki. Masing-masing Oligarki Panglima (Warring Oligarchy), Oligarki Penguasa Kolektif (Ruling Oligarchy), Oligarki Sultanistik (Sultanistic Oligarchy), dan Oligarki Sipil (Civilian Oligarchy). Apa perbedaan dari masing-masing tipe oligarki tersebut? Berikut ini penjelasannya:

1. Oligarki Panglima
Tipe oligarki ini mengandalkan kekuatan untuk merebut kekuasaan. Antar oligark bersaing untuk menjadi penguasa. Karena itu, biasanya kekuasaan tidak berlangsung lama karena akan ada oligark lain yang bersiap merebutnya. Contoh dari Oligarki Panglima adalah Kekaisaran Byzantium, di mana kekuasaan tidak turun-temurun tapi jatuh ke tangan panglima paling kuat. Juga Kesultanan Mamluk di Mesir, di mana pergantian kekuasaan berjalan sangat cepat. Para penguasa menjadi kaya melalui penaklukan. Semakin banyak yang ditaklukkan, maka semakin kaya.

2. Oligarki Penguasa Kolektif
Para oligark yang masih bermain kekerasan bergabung dalam lembaga kolektif yang memiliki norma-norma yang disepakati bersama. Seperti Oligarki Panglima, tipe Oligarki Penguasan Kolektif juga tidak stabil. Contoh dari oligarki ini adalah persekutuan antara Keluarga Corleone dan Mafia Yahudi untuk menjalankan bisnis di bidang prostitusi, judi, dan pemerasan. Dalam perjalanannya, Mafia Yahudi mengusulkan terjun ke perdagangan narkoba tapi Keluarga Corleone menolak, sehingga terjadi perang antarmafia. Meski Corleone akhirnya mengalah dan mengizinkan perdagangan narkoba di wilayahnya, tapi perang telah mengalirkan banyak darah, sehingga yang terjadi adalah rekonsiliasi semu.

3. Oligarki Sultanistik
Keadaan ini terjadi karena adanya monopoli sarana pemaksaan oleh satu oligark. Seluruh wewenang, termasuk kekerasan, hanya terpusat pada penguasa utama. Oligark lain hanya menggantungkan pertahanan kekayaan pada penguasa utama, tentu saja dalam hubungan patrok-klien dengan norma perilaku dan kewajiban terkait.

4. Oligarki Sipil
Oligarki Sipil sepenuhnya tidak bersenjata dan tidak berkuasa langsung. Para oligark menyerahkan kekuasaan pada lembaga yang memiliki hukum lebih kuat dengan tujuan mempertahankan harta yang dimiliki dan mengelak dari jangkauan negara yang menginginkan redistribusi kekayaannya. Uniknya, Oligarki Sipil selalu bersifat demokratis dan terlibat dalam Pemilu. Sosiolog berpengaruh Amerika Serikat Charles Wright Mills menyebut pengusaha-pengusaha besar di Negeri Paman Sam adalah bagian dari Oligarki Sipil, antara lain Rockefeller, Rothschild, Warburg, Schiff, Morgan, Bill Gates, dan Mark Zuckerberg.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Rekomendasi
Mudah Emosi dan Defensif?...
Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved