Makna Oligarki dan Ciri-cirinya, Indonesia Termasuk Tipe Mana?

Senin, 23 Mei 2022 - 08:35 WIB
loading...
Makna Oligarki dan Ciri-cirinya,...
Aktivis Greenpeace membawa monster oligarki berupa boneka gurita raksasa di depan gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (5/10/2021). FOTO/MPI/FAISAL RAHMAN
A A A
JAKARTA - Kata oligarki belakangan ini cukup populer karena sering muncul di media massa maupun media sosial. Situasi yang terjadi saat ini, baik di bidang ekonomi, politik, hukum, dan sosial dituding merupakan akibat ulah oligarki yang lebih mengutamakan pribadi maupun kelompok dibanding masyarakat umum.

Oligarki berasal dari bahasa Yunani, Oligarkhia. Istilah ini terbentuk dari dua kata, yakni oligon yang berarti sedikit dan arkho bermakna memerintah. Karena itu, Oligarkhia diartikan sebagai bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya secara efektif dipegang oleh kelompok elite kecil masyarakat, baik itu menurut kekayaan, keluarga, atau militer.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), oligarki kemudian dimaknai sebagai pemerintahan yang dijalankan oleh beberapa orang berkuasa dari golongan atau kelompok tertentu. Mereka yang masuk dalam oligarki disebut dengan oligark.

Baca juga: Aset Oligarki hingga Miliarder Rusia yang Dibekukan Bakal Dipakai Buat Bangun Ukraina

Ilmuwan politik Amerika Serikat dari Universitas Northwestern, Jeffrey A Winters mendefinisikan oligark sebagai pelaku yang menguasai dan mengendalikan konsentrasi besar sumber daya material yang bisa digunakan untuk mempertahankan atau meningkatkan kekayaan pribadi dan posisi sosial eksklusifnya.

"Sumber daya itu harus tersedia untuk digunakan demi kepentingan pribadi, biar pun tidak harus dimiliki sendiri. Jika kekayaan pribadi ekstrem mustahil dimiliki atau tidak ada, maka Oligarki juga tidak ada," kata Winters dalam bukunya berjudul Oligarki (2011) dikutip dari artikel 'Teori Oligarki Aristoteles dan Winters' karya Seta Basri, Senin (23/5/2022).

Kunci dari konsep oligarki adalah kekayaan. Kelompok orang-orang yang sangat kaya berusaha menjangkau kekuasaan melalui beragam saluran, baik itu politik, ekonomi, hukum, dan lainnya, agar bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan lagi kekayaannya.

Baca juga: Fahri Hamzah: Tiket Pilpres 2024 Sudah Ada di Tangan Para Oligarki

Oligarki dan demokrasi bisa berjalan beriringan. Dengan kekayaan yang dimiliki, para oligark melalui kanal-kanal demokrasi bisa duduk di posisi-posisi strategis, baik di legislatif, eksekutif, yudikatif, maupun birokrasi. Dengan begitu, mereka bisa mengendalikan kekuasaan untuk kepentingannya.

Menurut Winters ada empat ciri utama dari oligarki. Masing-masing ciri itu adalah, tingkat keterlibatan langsung oligarki dalam pemaksaan hak atas harta dan kekayaan, keterlibatan oligarki pada kekuasaan atau pemerintahan, sifat keterlibatan dalam memaksa apakah kolektif atau terpecah, dan sifat liar atau jinak.

Dari ciri-ciri itu, Winters menggolongkan empat tipe oligarki. Masing-masing Oligarki Panglima (Warring Oligarchy), Oligarki Penguasa Kolektif (Ruling Oligarchy), Oligarki Sultanistik (Sultanistic Oligarchy), dan Oligarki Sipil (Civilian Oligarchy). Apa perbedaan dari masing-masing tipe oligarki tersebut? Berikut ini penjelasannya:

1. Oligarki Panglima
Tipe oligarki ini mengandalkan kekuatan untuk merebut kekuasaan. Antar oligark bersaing untuk menjadi penguasa. Karena itu, biasanya kekuasaan tidak berlangsung lama karena akan ada oligark lain yang bersiap merebutnya. Contoh dari Oligarki Panglima adalah Kekaisaran Byzantium, di mana kekuasaan tidak turun-temurun tapi jatuh ke tangan panglima paling kuat. Juga Kesultanan Mamluk di Mesir, di mana pergantian kekuasaan berjalan sangat cepat. Para penguasa menjadi kaya melalui penaklukan. Semakin banyak yang ditaklukkan, maka semakin kaya.

2. Oligarki Penguasa Kolektif
Para oligark yang masih bermain kekerasan bergabung dalam lembaga kolektif yang memiliki norma-norma yang disepakati bersama. Seperti Oligarki Panglima, tipe Oligarki Penguasan Kolektif juga tidak stabil. Contoh dari oligarki ini adalah persekutuan antara Keluarga Corleone dan Mafia Yahudi untuk menjalankan bisnis di bidang prostitusi, judi, dan pemerasan. Dalam perjalanannya, Mafia Yahudi mengusulkan terjun ke perdagangan narkoba tapi Keluarga Corleone menolak, sehingga terjadi perang antarmafia. Meski Corleone akhirnya mengalah dan mengizinkan perdagangan narkoba di wilayahnya, tapi perang telah mengalirkan banyak darah, sehingga yang terjadi adalah rekonsiliasi semu.

3. Oligarki Sultanistik
Keadaan ini terjadi karena adanya monopoli sarana pemaksaan oleh satu oligark. Seluruh wewenang, termasuk kekerasan, hanya terpusat pada penguasa utama. Oligark lain hanya menggantungkan pertahanan kekayaan pada penguasa utama, tentu saja dalam hubungan patrok-klien dengan norma perilaku dan kewajiban terkait.

4. Oligarki Sipil
Oligarki Sipil sepenuhnya tidak bersenjata dan tidak berkuasa langsung. Para oligark menyerahkan kekuasaan pada lembaga yang memiliki hukum lebih kuat dengan tujuan mempertahankan harta yang dimiliki dan mengelak dari jangkauan negara yang menginginkan redistribusi kekayaannya. Uniknya, Oligarki Sipil selalu bersifat demokratis dan terlibat dalam Pemilu. Sosiolog berpengaruh Amerika Serikat Charles Wright Mills menyebut pengusaha-pengusaha besar di Negeri Paman Sam adalah bagian dari Oligarki Sipil, antara lain Rockefeller, Rothschild, Warburg, Schiff, Morgan, Bill Gates, dan Mark Zuckerberg.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Prabowo Dapat Laporan...
Prabowo Dapat Laporan Puskesmas di Miangas Belum Pernah Diperbaiki Sejak Era Soeharto
Rekomendasi
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Kanada vs Maroko: Mampukah...
Kanada vs Maroko: Mampukah The Canucks Akhiri Kutukan?
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved