Selain Indonesia, Ini 9 Negara yang Mencabut Aturan Masker di Tempat Umum
Selasa, 17 Mei 2022 - 20:13 WIB
loading...
A
A
A
6. Prancis
Prancis mulai mencabut pembatasan virus Corona termasuk kewajiban mengenakan masker di luar ruangan pada 2 Februari 2022. Selain itu, Prancis juga menghapus batasan kapasitas penonton untuk ruang konser, pertandingan olahraga, dan acara lainnya.
"Prancis akan dapat mencabut sebagian besar pembatasan yang diambil untuk mengekang epidemi pada Februari berkat izin vaksinasi baru, yang menggantikan izin kesehatan," kata Perdana Menteri Jean Castex pada Januari lalu.
7. Norwegia
Norwegia menghapus hampir semua pembatasan Covid-19 sejak 12 Februari 2022. Warga Norwegia tidak lagi diharuskan menjaga jarak, memakai masker atau karantina jika mereka terinfeksi.
"Pandemi virus corona tidak lagi menjadi ancaman kesehatan utama bagi sebagian besar dari kita," kata Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre, 12 Februari 2022. "Virus Omicron menyebabkan penyakit yang jauh lebih ringan dan kami terlindungi dengan baik oleh vaksin," katanya.
8. Italia
Pembatasan Covid-19 dicabut secara bertahap setelah berakhirnya Undang-Undang Keadaan Darurat Italia pada 31 Maret 2022. Bahkan, Green Pas, sertifikat digital yang membuktikan pemegangnya telah divaksinasi atau baru saja pulih dari covid, tidak lagi diperlukan mulai 1 Mei 2022.
Hal ini disampaikan Perdana Menteri Mario Draghi dan Menteri Kesehatan Roberto Speranza pada konferensi pers 17 Maret 2022 setelah pertemuan kabinet di Palazzo Chigi di Roma.
9. Swedia
Swedia mencabut pembatasan terkait pandemi Corona pada 6 Februari 2022. Swedia mengandalkan suntikan booster dan tingkat infeksi Covid-19 yang tinggi untuk menjaga tingkat rawat inap tetap terkendali. Pembatasan yang mencakup bar dan restoran yang harus tutup lebih awal, serta batas 500 orang di dalam ruangan yang lebih besar, berakhir pada 9 Februari.
"Sudah waktunya untuk membuka Swedia lagi," Perdana Menteri Swedia, Magdalena Andersson saat konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters, 3 Februari 2022. "Ke depan, tingkat infeksi akan tetap tinggi untuk sementara waktu lebih lama, tetapi sejauh yang kami dapat menilai, konsekuensi terburuk dari penularan sekarang ada di belakang kami," katanya.
Prancis mulai mencabut pembatasan virus Corona termasuk kewajiban mengenakan masker di luar ruangan pada 2 Februari 2022. Selain itu, Prancis juga menghapus batasan kapasitas penonton untuk ruang konser, pertandingan olahraga, dan acara lainnya.
"Prancis akan dapat mencabut sebagian besar pembatasan yang diambil untuk mengekang epidemi pada Februari berkat izin vaksinasi baru, yang menggantikan izin kesehatan," kata Perdana Menteri Jean Castex pada Januari lalu.
7. Norwegia
Norwegia menghapus hampir semua pembatasan Covid-19 sejak 12 Februari 2022. Warga Norwegia tidak lagi diharuskan menjaga jarak, memakai masker atau karantina jika mereka terinfeksi.
"Pandemi virus corona tidak lagi menjadi ancaman kesehatan utama bagi sebagian besar dari kita," kata Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre, 12 Februari 2022. "Virus Omicron menyebabkan penyakit yang jauh lebih ringan dan kami terlindungi dengan baik oleh vaksin," katanya.
8. Italia
Pembatasan Covid-19 dicabut secara bertahap setelah berakhirnya Undang-Undang Keadaan Darurat Italia pada 31 Maret 2022. Bahkan, Green Pas, sertifikat digital yang membuktikan pemegangnya telah divaksinasi atau baru saja pulih dari covid, tidak lagi diperlukan mulai 1 Mei 2022.
Hal ini disampaikan Perdana Menteri Mario Draghi dan Menteri Kesehatan Roberto Speranza pada konferensi pers 17 Maret 2022 setelah pertemuan kabinet di Palazzo Chigi di Roma.
9. Swedia
Swedia mencabut pembatasan terkait pandemi Corona pada 6 Februari 2022. Swedia mengandalkan suntikan booster dan tingkat infeksi Covid-19 yang tinggi untuk menjaga tingkat rawat inap tetap terkendali. Pembatasan yang mencakup bar dan restoran yang harus tutup lebih awal, serta batas 500 orang di dalam ruangan yang lebih besar, berakhir pada 9 Februari.
"Sudah waktunya untuk membuka Swedia lagi," Perdana Menteri Swedia, Magdalena Andersson saat konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters, 3 Februari 2022. "Ke depan, tingkat infeksi akan tetap tinggi untuk sementara waktu lebih lama, tetapi sejauh yang kami dapat menilai, konsekuensi terburuk dari penularan sekarang ada di belakang kami," katanya.
(abd)
Lihat Juga :