Partai Perindo Memahami Keluhan Rakyat soal Harga Minyak Goreng Tetap Mahal
Selasa, 17 Mei 2022 - 16:56 WIB
loading...
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Yerry Tawalujan memahami keluhan rakyat karena harga minyak goreng kemasan tetap mahal, walaupun sudah ada larangan ekspor minyak goreng. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Yerry Tawalujan memahami keluhan rakyat karena harga minyak goreng kemasan tetap mahal, walaupun sudah ada larangan ekspor minyak goreng . Perlu diurai letak sumbatan sehingga harga minyak goreng masih mahal.
"Partai Perindo memahami keluhan warga yang mempertanyakan kenapa harga minyak goreng, khususnya minyak goreng kemasan harganya tetap mahal tidak turun, padahal sudah tiga minggu dikeluarkan larangan ekspor minyak goreng," ujar Yerry, Selasa (17/5/2022).
Menurut Yerry, dari pantauan timnya di lapangan, harga minyak goreng kemasan di toko-toko swalayan dan pasar-pasar tradisional bervariasi antara Rp24.250 sampai Rp25.000 per liter.
Baca juga: Partai Perindo Fokus Kembangkan SDM
"Dengan harga minyak goreng kemasan tetap Rp25.000 per liter, itu artinya larangan ekspor yang ditetapkan Pemerintah tidak ada efeknya sama sekali terhadap turunnya harga minyak goreng. Tidak heran kalau rakyat mengeluh," ujarnya.
"Partai Perindo memahami keluhan warga yang mempertanyakan kenapa harga minyak goreng, khususnya minyak goreng kemasan harganya tetap mahal tidak turun, padahal sudah tiga minggu dikeluarkan larangan ekspor minyak goreng," ujar Yerry, Selasa (17/5/2022).
Menurut Yerry, dari pantauan timnya di lapangan, harga minyak goreng kemasan di toko-toko swalayan dan pasar-pasar tradisional bervariasi antara Rp24.250 sampai Rp25.000 per liter.
Baca juga: Partai Perindo Fokus Kembangkan SDM
"Dengan harga minyak goreng kemasan tetap Rp25.000 per liter, itu artinya larangan ekspor yang ditetapkan Pemerintah tidak ada efeknya sama sekali terhadap turunnya harga minyak goreng. Tidak heran kalau rakyat mengeluh," ujarnya.
Lihat Juga :