Manajemen Informasi Dinilai Penting Cegah Kepanikan di Tengah Corona
Minggu, 21 Juni 2020 - 13:57 WIB
loading...
Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia yang belum memiliki pengalaman dan belum siap dalam penanganannya. Foto/SINDOnews/Antara
A
A
A
JAKARTA - Pandemi virus Corona (Covid-19) yang melanda hampir seluruh negara di dunia yang belum memiliki pengalaman dan belum siap dalam penanganannya. Hal ini juga memunculkan informasi yang simpang siur di tengah masyarakat global, sehingga menimbulkan kepanikan.
(Baca juga: Update Corona 20 Juni 2020: 45.029 Positif, 17.883 Sembuh, 2.429 Meninggal Dunia)
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Achmad Yurianto mengatakan, kepanikan yang terjadi di masyarakat juga semakin membesar ketika kemudian banyak informasi negatif seputar penanganan Corona di belahan dunia.
(Baca juga: Dokter Reisa: Rapid Test untuk Menemukan OTG Covid-19)
Yuri mencontohkan, informasi negatif yang kemudian menimbulkan efek kepanikan luar biasa berasal dari berita di media seperti; Kota Wuhan di Tiongkok bak Kota Mati atau Zombieland, kemudian sorotan media tentang penanganan jenazah di Ekuador yang tidak diperlakukan secara layak karena kekurangan peti jenazah, lalu di Amerika banyak jenazah yang tidak dimakamkan karena kekurangan petugas dan sebagainya.
"Ini kepanikan, wajar," ujar Yuri dalam diskusi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (20/6/2020).
(Baca juga: Update Corona 20 Juni 2020: 45.029 Positif, 17.883 Sembuh, 2.429 Meninggal Dunia)
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Achmad Yurianto mengatakan, kepanikan yang terjadi di masyarakat juga semakin membesar ketika kemudian banyak informasi negatif seputar penanganan Corona di belahan dunia.
(Baca juga: Dokter Reisa: Rapid Test untuk Menemukan OTG Covid-19)
Yuri mencontohkan, informasi negatif yang kemudian menimbulkan efek kepanikan luar biasa berasal dari berita di media seperti; Kota Wuhan di Tiongkok bak Kota Mati atau Zombieland, kemudian sorotan media tentang penanganan jenazah di Ekuador yang tidak diperlakukan secara layak karena kekurangan peti jenazah, lalu di Amerika banyak jenazah yang tidak dimakamkan karena kekurangan petugas dan sebagainya.
"Ini kepanikan, wajar," ujar Yuri dalam diskusi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (20/6/2020).
Lihat Juga :