G-20 dan Diplomasi Cerdas

Rabu, 11 Mei 2022 - 09:37 WIB
loading...
A A A
Dalam sejarah hubungan internasional, cara-cara demikian telah beberapa kali dipertunjukkannya. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut. Presiden Woodrow Wilson adalah penggagas tatanan keamanan dunia baru pascaperang dunia pertama, dengan membentuk Liga Bangsa-Bangsa. Tetapi Amerika Serikat tidak menjadi anggota di organisasi ini. Dalam Konvensi Hukum Laut Internasional, Amerika Serikat sangat aktif merumuskan terms yang menjadi Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS 1982). Tetapi lagi-lagi, Amerika Serikat tidak menjadi anggotanya. Dia tidak mau tunduk kepada aturan aturan seperti zona ekonomi eksklusif, hak dan kewajiban jalur maupun akses laut, penelitian ilmiah dan sebagainya.

Dalam isu lingkungan di bawah PBB (UN Framework Convention on Climate Change) 1992, pemerintahnya menandatangani, tetapi tidak diratifikasi. Terbaru, di bawah Donald Trump, Amerika Serikat keluar dari Paris Agreement 2015, dan baru masuk kembali pada masa Joe Biden.

Diplomasi cerdas Presiden Jokowi
John Nye (2004) mengidentifikasi soft power dalam bentuk kultur, nilai-nilai politik, serta kebijakan suatu negara. Adapun hard power adalah kapabilitas suatu negara untuk secara koersif berdasarkan kemampuan militer dan atau ekonomi yang dimilikinya meminta pihak lain (negara atau organisasi) untuk bertindak sesuai dengan keinginannya. Perang adalah kelanjutan diplomasi politik sebagai manifestasi power (Clausewitz, 1817).

Per definisi di atas, baik dalam soft power maupun hard power, Indonesia masih jauh dibanding dengan Amerika Serikat atau Inggris misalnya. Diperhadapkan dengan situasi demikian, Presiden mentransformasikan modal power menjadi diplomasi. Diplomasi negara pada dasarnya adalah seni dan kemampuan aktor negara untuk mempersuasi pihak lain untuk mengikuti atau setidaknya tidak menentang kepentingannya. Diplomasi cerdas (smart diplomacy) adalah seni dan kemampuan menggunakan kombinasi instrumen soft power dan hard power yang tepat dalam mempengaruhi negara dan pihak pihak lain demi mencapai tujuan yang diinginkan.

PBB dan organisasi yang terafiliasi seperti IMF, Bank Dunia, WHO, WTO juga merupakan undangan permanen di G-20. Juga beberapa organisasi regional seperti ASEAN, African Union. Spanyol dengan alasan kesejarahan merupakan tamu tetap. Dalam kapasitas sebagai pemegang mandat presidensi–tuan rumah dapat menambahkan beberapa undangan.

Dalam address-nya ke publik akhir April yang lalu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa ia telah berbicara dengan pemimpin-pemimpin penting dunia di atas. Presiden menegaskan bahwa diperlukan upaya dan tanggung jawab bersama, untuk pulih bersama dengan lebih kuat (recover together, recover stronger) pascapandemi Covid-19 yang melanda dunia. Perang di Ukraina merupakan salah satu penghambat pemulihan tersebut. Untuk itu, konfirmasi kesediaan Presiden Putin hadir di G-20 Bali merupakan sebuah milestone penting. Dengan pertimbangan matang strategis, Presiden Jokowi juga mengundang Presiden Ukraina untuk hadir sebagai tamu kehormatan G-20.

Ini adalah diplomasi cerdas. Sebuah pesan dan modal penting ketika Jokowi akan bertemu Presiden Amerika Serikat beberapa waktu ke depan. Mendahului kunjungannya, beberapa delegasi pemerintah bersama komunitas bisnis telah bertemu dengan tokoh tokoh bisnis utama di berbagai bidang. Salah satu yang patut dicatat adalah pertemuan rombongan pemerintah yang dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dengan Elon Musk, tokoh terkaya di jagat raya saat ini. Elon Musk telah berjanji untuk bersama timnya hadir di G-20 Bali. Hadirnya Elon Musk merupakan gaung penanda akan penting dan strategisnya G-20 itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Relawan Jokowi Sebut...
Relawan Jokowi Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi Menguras Energi
Namanya Disebut dalam...
Namanya Disebut dalam Pleidoi Nadiem, Jokowi: Yang Saya Tahu Pak Nadiem Orang Baik
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Disidang, Ini Respons Pengacara Jokowi
Berkas Kasus Ijazah...
Berkas Kasus Ijazah Jokowi dengan Tersangka Roy Suryo dan Dokter Tifa Lengkap, Segera Disidang
Jokowi Tak Hadir di...
Jokowi Tak Hadir di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ternyata Ini Alasannya
Prabowo, Megawati Hadiri...
Prabowo, Megawati Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, SBY dan Jokowi Tak Terlihat
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
Rekomendasi
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Berita Terkini
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved