100 Juta Vaksin Zifivax Siap Digunakan Setelah Tersertifikasi Halal

Rabu, 27 April 2022 - 19:29 WIB
loading...
100 Juta Vaksin Zifivax Siap Digunakan Setelah Tersertifikasi Halal
Sebanyak 100 juta vaksin Covid-19 merek Zifivax disiapkan untuk bisa digunakan masyarakat Indonesia. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sebanyak 100 juta vaksin Covid-19 merek Zifivax disiapkan untuk bisa digunakan masyarakat Indonesia. Penyediaan jutaan dosis vaksin Zifivax yang sudah tersertifikasi halal itu diharapkan mampu membantu percepatan pemulihan Indonesia dari pandemi Covid-19 .

"Kita sudah berkomitmen siap membantu pemerintah. Kita siapkan lebih dari 100 juta dosis vaksin Zifivax yang sudah dinyatakan halal oleh MUI dan bisa diproduksi di Indonesia,” ujar Direktur Utama Jakarta Biophramaceutical Industry (JBio) Mahendra Suhardono melalui keterangan tertulis, Rabu (27/4/2022).

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa penyiapan jutaan dosis vaksin itu sejalan dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang memutuskan pemerintah harus menyediakan vaksin halal. Zifivax adalah salah satu vaksin Covid-19 yang sudah bersertifikasi halal seperti tertuang dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 53 Tahun 2021.

Baca juga: MUI Ingatkan Pemerintah Wajib Sediakan Vaksin Halal Sesuai Putusan MA



Adapun JBio merupakan produsen vaksin Zifivax di Indonesia. "Kita komit menyuplai ke Indonesia, cukup besar, kita siapkan cukup besar vaksin yang halal dan sudah mendapat izin dari BPOM RI," ungkapnya.

Dia mengapresiasi putusan MA yang mewajibkan pemerintah menyediakan vaksin Covid-19 bersertifikasi halal. Dia menilai sertifikasi halal ini sesuai dengan Undang-Undang Jaminan Produk Halal dan akan mendorong lebih banyak masyarakat melakukan vaksinasi.

"Bagus untuk masyarakat karena ada pilihan vaksin yang dinyatakan halal. Masyarakat akan lebih peduli untuk divaksin, terutama masyarakat yang selama ini masih ragu, masih nunggu yang halal. Ini jadi membantu pemerintah untuk percepat vaksinasi dan pemulihan dari pandemi," pungkasnya.
(rca)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3677 seconds (11.252#12.26)