Ramadan dan Revolusi Gaya Hidup
Jum'at, 22 April 2022 - 17:09 WIB
loading...
A
A
A
Dalam Alquran, tujuan berpuasa Ramadan jelas; untuk mencapai takwa (laallakum tattaqun) dan syukur (laallakum tasykurun). Kedua tujuan ini adalah main goal puasa Ramadan. Di luar itu, ada tujuan perantara dan tambahan. Salah satunya adalah revolusi gaya hidup.
Dalam bulan Ramadan, orang makan maksimal dua kali, yaitu saat sahur dan berbuka. Ini berbeda dengan kebiasaan umum orang yang makan tiga kali sehari atau lebih. Pertanyaannya: apakah memang manusia didesain untuk makan tiga kali sehari atau cukup dua kali? Tradisi makan tiga kali sehari tercatat dimulai pada abad ke-19 (burgeouis model), diadopsi berbagai bangsa dan kemudian dianggap normatif. Sayangnya, hingga saat ini belum kesimpulan konklusif terkait efek kesehatan makan dua atau tiga kali. Banyak studi yang mendukung manfaat dua kali dan banyak pula yang mendukung tiga kali.
Baru-baru ini, Dietary Guidelines Advisory Committee di Amerika melakukan reviu isu tersebut. Sayangnya, mereka belum bisa menyimpulkan secara tegas efek makan dua atau tiga kali terhadap kegemukan, risiko diabetes dan penyakit jantung. Faktanya, dibanding orang makan tiga kali, orang makan dua kali mengkonsumsi lebih sedikit kalori dan proses pemanfaatan gula darahnya lebih efektif. Diberbagai negara, banyak populasi yang hanya makan dua makan sehari. Di Perancis, 12-15% orang makan hanya dua kali sehari. Di Amerika, hampir sepertiga populasi makan dua kali sehari. Ramadan mengajarkan bahwa makan dua kali ternyata sesuatu yang possible dan tidak memberi efek kesehatan serius. Bahkan banyak studi melaporkan penurunan signifikan berat badan serta perbaikan tekanan darah, kadar lemak dan kadar gula pada orang yang berpuasa Ramadan.
Dalam bulan Ramadan, umat muslim dianjurkan makan sahur. Pesannya, muslim dilatih bangun subuh. Bukan bangun saat matahari sudah meninggi. Banyak keuntungan yang didapat bangun subuh hari. Dari aspek kesehatannya, tubuh dan pikiran segar dan energi dinamis. Dr Roy Kohler, ahli sleep medicine di Amerika berkomentar bahwa yang dibutuhkan manusia untuk sehat adalah jumlah tidur yang cukup, bukan waktunya. Sepanjang tidur 6-8 jam, waktu bangun tidak bermasalah. Artinya, bangun subuh tidak bermasalah sepanjang jumlah tidur cukup. Dari aspek non-kesehatan, bangun pagi memberi kesempatan melakukan aktivitas dan pekerjaan lebih awal dengan distraksi yang kurang dan lebih konsentrasi. Bangun subuh adalah ritme rutin Nabi Muhammad SAW.
Dalam bulan Ramadan, ada kewajiban mengeluarkan zakat fitrah. Wajib memberikan beras atau uang tertentu kepada orang yang berhak. Bila tidak dilakukan, amalan puasa tidak sempurna. Ini mengajarkan empati sosial; bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral untuk berbagi dengan orang sekeliling dan tidak boleh bakhil. Selain zakat fitrah, dianjurkan juga mengeluarkan zakat harta dan sedekah dibulan Ramadan. Alasannya, dalam harta yang dimiliki ada porsi tertentu milik orang lain.
Dalam bulan Ramadan, orang makan maksimal dua kali, yaitu saat sahur dan berbuka. Ini berbeda dengan kebiasaan umum orang yang makan tiga kali sehari atau lebih. Pertanyaannya: apakah memang manusia didesain untuk makan tiga kali sehari atau cukup dua kali? Tradisi makan tiga kali sehari tercatat dimulai pada abad ke-19 (burgeouis model), diadopsi berbagai bangsa dan kemudian dianggap normatif. Sayangnya, hingga saat ini belum kesimpulan konklusif terkait efek kesehatan makan dua atau tiga kali. Banyak studi yang mendukung manfaat dua kali dan banyak pula yang mendukung tiga kali.
Baru-baru ini, Dietary Guidelines Advisory Committee di Amerika melakukan reviu isu tersebut. Sayangnya, mereka belum bisa menyimpulkan secara tegas efek makan dua atau tiga kali terhadap kegemukan, risiko diabetes dan penyakit jantung. Faktanya, dibanding orang makan tiga kali, orang makan dua kali mengkonsumsi lebih sedikit kalori dan proses pemanfaatan gula darahnya lebih efektif. Diberbagai negara, banyak populasi yang hanya makan dua makan sehari. Di Perancis, 12-15% orang makan hanya dua kali sehari. Di Amerika, hampir sepertiga populasi makan dua kali sehari. Ramadan mengajarkan bahwa makan dua kali ternyata sesuatu yang possible dan tidak memberi efek kesehatan serius. Bahkan banyak studi melaporkan penurunan signifikan berat badan serta perbaikan tekanan darah, kadar lemak dan kadar gula pada orang yang berpuasa Ramadan.
Dalam bulan Ramadan, umat muslim dianjurkan makan sahur. Pesannya, muslim dilatih bangun subuh. Bukan bangun saat matahari sudah meninggi. Banyak keuntungan yang didapat bangun subuh hari. Dari aspek kesehatannya, tubuh dan pikiran segar dan energi dinamis. Dr Roy Kohler, ahli sleep medicine di Amerika berkomentar bahwa yang dibutuhkan manusia untuk sehat adalah jumlah tidur yang cukup, bukan waktunya. Sepanjang tidur 6-8 jam, waktu bangun tidak bermasalah. Artinya, bangun subuh tidak bermasalah sepanjang jumlah tidur cukup. Dari aspek non-kesehatan, bangun pagi memberi kesempatan melakukan aktivitas dan pekerjaan lebih awal dengan distraksi yang kurang dan lebih konsentrasi. Bangun subuh adalah ritme rutin Nabi Muhammad SAW.
Dalam bulan Ramadan, ada kewajiban mengeluarkan zakat fitrah. Wajib memberikan beras atau uang tertentu kepada orang yang berhak. Bila tidak dilakukan, amalan puasa tidak sempurna. Ini mengajarkan empati sosial; bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral untuk berbagi dengan orang sekeliling dan tidak boleh bakhil. Selain zakat fitrah, dianjurkan juga mengeluarkan zakat harta dan sedekah dibulan Ramadan. Alasannya, dalam harta yang dimiliki ada porsi tertentu milik orang lain.
Lihat Juga :