Ramadan dan Revolusi Gaya Hidup

Jum'at, 22 April 2022 - 17:09 WIB
loading...
Ramadan dan Revolusi...
Iqbal Mochtar (Foto: Ist)
A A A
Iqbal Mochtar
Dokter dan Doktor Bidang Kedokteran dan Kesehatan, Pengurus Pusat IAKMI dan Anggota PERDOKI

TAK terasa bulan Ramadan segera memasuki sepuluh hari ketiga. Ia bergerak cepat bagai time-machine. Ini saat tepat untuk kembali me-reviu dan mengevaluasi refleksi puasa. Supaya ritual penting ini tidak terlewati tanpa makna.

Berpuasa adalah ancient ritual; telah dilakoni manusia sejak dulu. Cuma praktiknya berbeda dari zaman ke zaman dan dari agama ke agama. Ada yang berpuasa hanya beberapa jam sehari (simple fasting) dan ada juga berpuasa hingga hingga 1-2 hari selama beberapa hari. Jenis pantangannya juga bervariasi. Ada yang pantang segala makanan dan minuman tetapi ada pula yang pantang makanan dan minuman tertentu saja.

Awalnya, berpuasa hanya terkait dengan tujuan religius dan sosial. Sejalan perubahan waktu, manusia mulai memanfaatkan puasa untuk tujuan tertentu. Pada abad ke-5M, bapak dunia kedokteran Hipocrates telah menganjurkan penderita penyakit tertentu untuk berpuasa. Ini menandai berkembangnya tujuan puasa; bukan hanya tujuan religius dan sosial tetapi juga kesehatan. Dari hari ke hari makin banyak yang menggunakan puasa untuk tujuan kesehatan. Istilahnya puasa terapeutik. Pada 1915, Folin dan Denis mulai memperkenalkan puasa singkat beberapa hari untuk mengurangi kegemukan. Circa pada 1945 mulai menganjurkan intermitten fasting untuk mempertahankan kesehatan tubuh.

Lantas, apa yang membedakan puasa Ramadhan dengan puasa yang lain? Pertama, sifatnya wajib. Siapa pun yang mengaku muslim, sehat dan memenuhi kriteria berpuasa harus melaksanakannya. Kedua, kewajiban ini dilakukan dalam periode 28-30 hari. Di luar itu, puasa bisa dilakukan tetapi tidak wajib. Ketiga, sifatnya berkelanjutan. Puasa perlu dijalankan setiap bulan Ramadan. Artinya, sepanjang waktu terus bergulir, Ramadan akan terus datang dan puasa akan tetap dilakukan. Esensi ketiga sifat unik ini memberi sinyal bahwa Ramadan bukan hanya momen ibadah tetapi juga sebuah periode latihan yang ketat, terukur dan berkelanjutan (intense, measured and continuing training) untuk tujuan tertentu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Smartwatch di Pergelangan...
Smartwatch di Pergelangan Bangsa: Membaca Indonesia Melalui Heidegger, Merleau-Ponty, dan Simondon
BNPP Catat 5.436 Pelintas...
BNPP Catat 5.436 Pelintas di 15 PLBN, Entikong Paling Padat
Prabowo Bakal Takbiran...
Prabowo Bakal Takbiran di Sumut dan Salat Idulfitri 1447 H di Aceh
Persiapan Salat Idulfitri...
Persiapan Salat Idulfitri 1447 H Kenegaraan di Masjid Istiqlal Dimatangkan, Dihadiri Presiden dan Wapres?
Kemenag Bakal Gelar...
Kemenag Bakal Gelar Pemantauan Hilal Awal Syawal 1447 H di 117 Titik, Ini Lokasinya
Di Nuzullul Quran Kosgoro...
Di Nuzullul Qur'an Kosgoro 1957, Dave: Pengabdian kepada Masyarakat Harus Terus Dilakukan
Plogging Jadi Tren Gaya...
Plogging Jadi Tren Gaya Hidup Aktif yang Padukan Olahraga dan Peduli Lingkungan
Perlindungan Kacamata...
Perlindungan Kacamata Kini Jadi Kebutuhan Penunjang Gaya Hidup Modern
Gaya Hidup Praktis dan...
Gaya Hidup Praktis dan Estetis Jadi Tren Hunian Generasi Muda
Rekomendasi
Brand Lokal Indonesia...
Brand Lokal Indonesia Kian Mendunia, Sukses Raih Indonesia Most Powerful Brands in Global Market 2026
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved