Menata Ekosistem Perdagangan Berjangka Komoditi
Rabu, 20 April 2022 - 14:24 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data dari Bappebti, kegiatan PBK telah memberikan andil yang cukup besar dalam perekonomian nasional. Ditinjau dari volume dan nilai transaksi peningkatan transaksi PBK dapat dijelaskan bahwa total jumlah volume transaksi kontrak berjangka pada tahun 2021 mencapai 14.574.278 lot atau naik 10,32% dari periode yang sama pada tahun 2020 yaitu sebesar 13.210.336 lot.
Pada 2021, nilai resi gudang yang diterbitkan mencapai Rp515,7 miliar dan telah mendapatkan pembiayaan dari lembaga pembiayaan bank dan non bank sebesar Rp354,3 miliar. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi peningkatan nilai resi gudang sebesar 169,7% dan nilai pembiayaan meningkat sebesar 201%.
Di sisi yang lain, Pasar Lelang Komoditas yang dikembangkan saat ini diharapkan dapat menjadi sarana pemasaran komoditas yang efisien dan berperan dalam pembentukan harga yang wajar, adil dan transparan. Keberadaan Pasar Lelang Komoditas dapat menjadi wadah untuk mempertemukan secara langsung pembeli dengan penjual dalam upaya memperpendek mata rantai perdagangan dengan harapan terwujudnya sistem perdagangan nasional yang efektif dan efisien.
Manfaat lain dari adanya PLK adalah petani dapat melakukan perencanaan pola tanam yang lebih baik serta mendorong produsen/petani untuk berproduksi secara lebih baik untuk menghasilkan komoditas yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki harga yang kompetitif sehingga pada akhirnya produsen/petani dapat meningkatkan pendapatannya.
Lebih jauh lagi, harga yang terbentuk pada pelaksanaan pasar lelang dapat digunakan sebagai harga acuan (price reference) pada pasar spot maupun penetapan nilai komoditas dalam Sistem Resi Gudang. Oleh karena itu, SRG memiliki fungsi yang tidak bisa dipisahkan dari PLK. Selain dapat dimanfaatkan oleh para petani sebagai sarana tunda jual untuk memperoleh harga terbaik dan memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan, atau sebagai sarana trade financing penambah cashflow bagi para pelaku usaha pabrikan/prosesor.
Pada periode 2021, nilai transaksi pada Pasar Lelang tercatat sebesar Rp85,5 miliar atau meningkat signifikan 401, 69% dari tahun sebelum yang tercatat hanya senilai Rp17 miliar Selain itu selama 2021 partisipasi peserta lelang tercatat mencapai 1.666 peserta pelaku usaha atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini dikarenakan bertambahnya frekuensi penyelenggaraan PLK serta daerah penyelenggaraan lelang.
Pada 2021, nilai resi gudang yang diterbitkan mencapai Rp515,7 miliar dan telah mendapatkan pembiayaan dari lembaga pembiayaan bank dan non bank sebesar Rp354,3 miliar. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi peningkatan nilai resi gudang sebesar 169,7% dan nilai pembiayaan meningkat sebesar 201%.
Di sisi yang lain, Pasar Lelang Komoditas yang dikembangkan saat ini diharapkan dapat menjadi sarana pemasaran komoditas yang efisien dan berperan dalam pembentukan harga yang wajar, adil dan transparan. Keberadaan Pasar Lelang Komoditas dapat menjadi wadah untuk mempertemukan secara langsung pembeli dengan penjual dalam upaya memperpendek mata rantai perdagangan dengan harapan terwujudnya sistem perdagangan nasional yang efektif dan efisien.
Manfaat lain dari adanya PLK adalah petani dapat melakukan perencanaan pola tanam yang lebih baik serta mendorong produsen/petani untuk berproduksi secara lebih baik untuk menghasilkan komoditas yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki harga yang kompetitif sehingga pada akhirnya produsen/petani dapat meningkatkan pendapatannya.
Lebih jauh lagi, harga yang terbentuk pada pelaksanaan pasar lelang dapat digunakan sebagai harga acuan (price reference) pada pasar spot maupun penetapan nilai komoditas dalam Sistem Resi Gudang. Oleh karena itu, SRG memiliki fungsi yang tidak bisa dipisahkan dari PLK. Selain dapat dimanfaatkan oleh para petani sebagai sarana tunda jual untuk memperoleh harga terbaik dan memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan, atau sebagai sarana trade financing penambah cashflow bagi para pelaku usaha pabrikan/prosesor.
Pada periode 2021, nilai transaksi pada Pasar Lelang tercatat sebesar Rp85,5 miliar atau meningkat signifikan 401, 69% dari tahun sebelum yang tercatat hanya senilai Rp17 miliar Selain itu selama 2021 partisipasi peserta lelang tercatat mencapai 1.666 peserta pelaku usaha atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini dikarenakan bertambahnya frekuensi penyelenggaraan PLK serta daerah penyelenggaraan lelang.
(bmm)
Lihat Juga :