Jaga Kondisi Lingkungan, Jadi Awal Lahirnya Token Anagata Karya Anak Bangsa

Senin, 18 April 2022 - 21:04 WIB
loading...
Jaga Kondisi Lingkungan, Jadi Awal Lahirnya Token Anagata Karya Anak Bangsa
Menjaga kondisi lingkungan, jadi fokus Alam Hijau Anagata atau AHA melahirkan token kripto karya anak bangsa, yang mengusung misi pengurangan emisi karbon. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menjaga kondisi lingkungan, menjadi fokus Alam Hijau Anagata atau AHA dalam melahirkan token kripto karya anak bangsa, yang mengusung misi pengurangan emisi karbon. Token kripto asli Indonesia ini memiliki tujuan mengakselerasi transisi energi menuju energi ramah lingkungan.

Baca juga: Urgensi Literasi Ekonomi Ramah Lingkungan

CEO Token Anagata, Aswin mengatakan, Token Anagata berkontribusi untuk mendukung proyek energi hijau dan proyek inisiatif hijau lainnya yang memiliki nilai bisnis mendukung penurunan karbon.

Baca juga: Token Crypto Ini Memanfaatkan Energi yang Dapat Diperbaharui

"Kami memilih jaringan BSC dengan pertimbangan sebagai salah satu jaringan terbesar dan dalam perhitungan kami, holder Token Anagata selain komunitas cryptocurrency juga komunitas peduli lingkungan," kata Aswin dalam keterangannya, Senin (18/4/2022).

"Atau valued investor yang mungkin belum pernah memiliki aset kripto dan menjadikan Token Anagata sebagai investasi pertama mereka di cryptocurrency," tambahnya.

Aswin menjelaskan, Token Anagata juga akan mengembangkan NFT untuk mendukung ekosistem hijau Anagata seperti membership, carbon certification atau bahkan green art NFT.

Anagata kata Aswin, memiliki visi sebagai akselerator transformasi hijau di Indonesia melalui green energy project, green environment project, dan green sustainability project, sebagai ekosistem dasar namun bernilai komersial pengembangan platform karbon.

"Tidak hanya di Indonesia, Token Anagata juga akan mendukung proyek hijau di seluruh dunia dengan nilai ekonomi berkelanjutan di masa depan. Mari bersama kita hijaukan bumi," ungkapnya.

Diketahui, adanya mata uang kripto atau cryptocurrency yang kini semakin populer di dunia investasi, kerap disebut tidak ramah lingkungan. Hal ini muncul karena salah satunya pada proses 'penambangan kripto' memerlukan sumber energi, yang saat ini lebih banyak berasal dari energi berbahan bakar fosil.

Berangkat dari pemikiran mendalam tentang hal itu, AHA lahir sebagai token kripto karya anak bangsa, yang mengusung misi pengurangan emisi karbon.
(maf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1291 seconds (10.177#12.26)